Kekurangan nitrogen (N) menyebabkan daun tua menguning merata, dimulai dari ujung dan tepi daun. Daun menjadi pucat dan pertumbuhan terhambat. Solusinya adalah memberikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dengan dosis sesuai kebutuhan, atau pupuk urea sesuai rekomendasi setempat. Untuk kekurangan magnesium (Mg), kuning muncul di antara tulang daun (interveinal chlorosis) pada daun tua. Aplikasi dolomit atau pupuk Mg dapat membantu.
Serangan hama seperti kutu putih (Planococcus sp.) atau tungau (Tetranychus sp.) juga menyebabkan daun menguning. Kutu putih menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga, sedangkan tungau menyebabkan bercak kuning kecil (stippling). Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan air tekanan tinggi untuk mengurangi populasi, atau menggunakan insektisida nabati seperti ekstrak mimba. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian untuk rekomendasi insektisida yang tepat.
Penyakit seperti antraknosa (Colletotrichum sp.) atau busuk akar (Phytophthora sp.) juga dapat menyebabkan daun menguning. Antraknosa menimbulkan bercak cokelat kehitaman pada daun, sedangkan busuk akar membuat tanaman layu dan daun menguning. Pastikan drainase baik, hindari genangan air, dan lakukan sanitasi kebun. Untuk pengendalian penyakit, gunakan fungisida sesuai petunjuk label dan konsultasi dengan BPP setempat.