Kutu putih sering ditemukan di ketiak daun dan pucuk. Ciri serangan: daun keriting, ada embun madu, dan semut hitam berkerumun. Ulat penggulung daun menggulung daun muda dan memakannya dari dalam. Penggerek batang membuat lubang kecil di batang dan mengeluarkan serbuk gergaji. Deteksi dini dengan memeriksa 10% tanaman secara acak setiap dua minggu. Jika ditemukan >5% tanaman terserang, segera lakukan pengendalian.
Pengendalian hama gambir sebaiknya dimulai dengan cara mekanis dan biologis. Untuk kutu putih, semprot dengan air sabun (20 gram sabun colek per liter air) seminggu sekali selama 3 minggu. Ulat daun dikendalikan dengan memotong dan membakar daun tergulung. Penggerek batang bisa diatasi dengan memasukkan kapas yang dibasahi minyak tanah ke dalam lubang, lalu tutup dengan tanah liat. Tanam tanaman refugia seperti kenikir atau bunga matahari di tepi kebun untuk menarik musuh alami (kumbang Coccinellidae dan parasitoid).
Bila serangan sudah parah (kerusakan >30%), konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi pestisida nabati atau kimia yang tepat. Hindari pestisida kimia sintetis saat tanaman berbunga agar tidak mengganggu penyerbuk. Rotasi pengendalian penting agar hama tidak resisten. Lakukan sanitasi kebun dengan membuang sisa tanaman terserang dan menjaga kebersihan lahan.