Penyebab paling dominan di musim kemarau adalah kekurangan air tanah secara signifikan. Pohon pala dewasa membutuhkan pasokan air minimal 20 hingga 30 liter per pohon, dengan frekuensi penyiraman 2 kali seminggu. Waktu penyiraman paling efektif dilakukan pada pagi hari sebelum jam 08.00 atau sore hari setelah jam 16.00 untuk meminimalkan laju penguapan air dari permukaan tanah.
Selain faktor air, efisiensi penyerapan unsur hara nitrogen dan zat besi terganggu akibat tanah yang mengeras. Pemberian bahan organik seperti pupuk kandang matang sebanyak 10 kg per pohon, yang dikombinasikan dengan pembuatan rorak atau lubang resapan di sekeliling kanopi sejauh 1 hingga 1,5 meter dari batang, sangat efektif mengembalikan kesuburan tanah dan memperbaiki drainase mikro.
Pemantauan keberadaan hama pengisap cairan seperti tungau dan kutu perisai harus dilakukan rutin setiap 7 hari sekali selama kemarau. Hama ini berkembang sangat cepat ketika kelembapan udara berada di bawah 60 persen. Lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma di piringan tanaman radius 2 meter agar kelembapan mikroklimat tetap terjaga dengan baik.