Panduan Pemupukan Pala yang Tepat untuk Hasil Panen Melimpah

Pemupukan pala yang tepat membutuhkan kombinasi bahan organik dan anorganik secara berkala sesuai fase pertumbuhan tanaman untuk menjaga produktivitas biji dan fuli.

Jawaban singkat

Pala (Myristica fragrans) membutuhkan pasokan hara seimbang sepanjang tahun, terutama nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium, untuk mendukung pembentukan vegetatif serta pembuahan yang optimal di iklim tropis Indonesia. Ketersediaan hara yang konsisten di dalam tanah sangat menentukan ketebalan daging buah, kualitas fuli, dan bobot biji pala yang dihasilkan.

Ringkas: Pala

Cahaya
Naungan 30-50% saat muda, matahari penuh saat dewasa
Penyiraman
Rutin saat pembibitan dan kemarau, hindari genangan
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan peneduh sementara di tahun-tahun awal pertumbuhan.

Pada fase Belum Menghasilkan (TBM, umur 1 hingga 6 tahun), pemupukan bertujuan untuk mempercepat pembentukan tajuk dan perakaran. Aplikasi dilakukan 2 hingga 4 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November dan akhir musim hujan sekitar bulan April atau Mei. Berikan pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 20 kg per pohon per tahun yang diselingi dengan pupuk NPK secara melingkar.

Pada fase Menghasilkan (TM, umur di atas 7 tahun), fokus pemupukan bergeser untuk merangsang pembungaan dan mencegah kerontokan buah. Pemupukan dilakukan 2 kali setahun dengan menaburkan pupuk tinggi kalium dan fosfor di parit melingkar seluas 1,5 hingga 2 meter dari pangkal batang. Aplikasi ini ideal dilakukan pada pertengahan musim kemarau dan jelang pembentukan buah muda.

Pengapuran menggunakan dolomit sangat krusial dilakukan pada tanah perkebunan yang memiliki tingkat keasaman tinggi (pH di bawah 5,5). Taburkan kapur pertanian sebanyak 1 hingga 2 kg per pohon sekitar 1 bulan sebelum aplikasi pupuk utama agar penyerapan hara oleh akar tanaman pala berjalan maksimal dan mencegah keracunan asam pada jaringan akar.

Langkah-langkah

  1. Bersihkan area di bawah tajuk pohon dari gulma dan serasah dengan radius 1 hingga 2 meter dari batang utama.
  2. Buat parit melingkar (ditanam) persis di bawah tajuk terluar daun dengan kedalaman 10 hingga 15 cm.
  3. Tebarkan pupuk organik terkompos sempurna dan pupuk anorganik secara merata ke dalam parit melingkar tersebut.
  4. Tutup kembali parit dengan tanah galian lalu siram secukupnya apabila aplikasi dilakukan pada kondisi tanah yang agak kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan pupuk pala dalam setahun?

Awal musim hujan (Oktober-November) dan akhir musim hujan (April-Mei) adalah waktu terbaik karena kelembapan tanah membantu proses pelarutan hara.

Apakah pupuk organik saja cukup untuk tanaman pala yang sudah berproduksi?

Pupuk organik sangat baik untuk membenahi tanah, namun kombinasi dengan pupuk anorganik tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara pembentukan buah secara cepat.

Mengapa bakal buah pala sering rontok setelah dipupuk?

Kerontokan bisa disebabkan oleh dosis nitrogen yang berlebihan, kekurangan unsur kalium dan kalsium, atau aplikasi dilakukan saat tanah sangat kering.

Berapa jarak parit pemupukan dari batang pohon pala?

Parit dibuat tepat di bawah lingkaran ujung tajuk terluar daun, biasanya berkisar 1 hingga 2 meter tergantung besar dan umur pohon.

Lebih lanjut tentang Pala

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.