Panduan Lengkap Cara Menanam Pala dari Awal sampai Panen

Menanam pala membutuhkan kesabaran dan teknik pembibitan serta perawatan yang tepat agar pohon mampu berproduksi optimal hingga puluhan tahun.

Jawaban singkat

Tanaman pala (Myristica fragrans) tumbuh optimal di daerah tropis basah dengan curah hujan 2.000 hingga 3.500 mm per tahun dan ketinggian 0 sampai 700 meter di atas permukaan laut. Pembenihan dimulai dari biji pala petik pohon yang segar dan tua, kemudian disemai dalam polybag berukuran 15x20 cm berisi campuran tanah humus dan pupuk kandang matang dengan rasio 2:1. Selama masa pembibitan selama 6 hingga 12 bulan, bibit disiram 1 kali sehari pada pagi hari dan diberi penaung pangkas untuk menahan terik matahari langsung.

Ringkas: Pala

Cahaya
Naungan 30-50% saat muda, matahari penuh saat dewasa
Penyiraman
Rutin saat pembibitan dan kemarau, hindari genangan
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan peneduh sementara di tahun-tahun awal pertumbuhan.

Penanaman bibit pala paling baik dilakukan pada awal musim hujan (sekitar bulan Oktober atau November) agar perakaran muda mendapat pasokan air alami yang cukup. Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm dengan jarak tanam ideal 9x9 meter atau 10x10 meter untuk memberi ruang tajuk berkembang pesat. Campurkan 10 hingga 15 kg pupuk kompos matang per lubang tanam dan biarkan lubang tersebut terbuka selama 2 hingga 4 minggu sebelum bibit dimasukkan agar gas beracun menguap.

Perawatan rutin mencakup penyiangan gulma radius 1,5 meter dari pangkal batang, pemangkasan tunas air, dan pemupukan berkala 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pada umur 1 sampai 3 tahun, berikan pupuk organik sebanyak 10 kg per pohon per tahun yang disebar melingkar sesuai garis tajuk. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 hari sekali sebanyak 10 hingga 15 liter per pohon muda serta berikan mulsa jerami setebal 5 hingga 10 cm untuk menjaga kelembapan tanah.

Pohon pala yang berasal dari biji biasanya mulai berbunga dan berbuah pada umur 6 hingga 8 tahun, sedangkan bibit hasil vegetatif dapat berbuah lebih cepat pada umur 3 hingga 5 tahun. Buah pala siap dipanen saat kulit buah membelah secara alami memunculkan fuli berwarna merah menyala, dengan puncak panen terjadi 2 kali semahun. Petik buah menggunakan galah berkeranjang, pisahkan daging buah, fuli, dan biji, lalu jemur biji dan fuli di bawah sinar matahari selama 5 hingga 7 hari hingga kadar air mencapai di bawah 10 persen.

Langkah-langkah

  1. Persiapan Bibit: Pilih biji dari pohon induk unggul berumur di atas 20 tahun, semai dalam polybag beredukasi naungan hingga umur 6-12 bulan.
  2. Pengolahan Lahan: Buat lubang tanam ukuran 60x60x60 cm dengan jarak 9x9 meter, masukkan 10-15 kg kompos matang dan diamkan 2-4 minggu.
  3. Penanaman: Tanam bibit pada awal musim hujan, lepas polybag tanpa merusak struktur bola akar, lalu padatkan tanah di sekeliling pangkal batang.
  4. Pemeliharaan Rutin: Lakukan pemupukan organik di awal dan akhir musim hujan, pasang mulsa jerami, dan siram teratur saat musim kemarau.
  5. Pemanenan dan Pascaproduksi: Petik buah yang sudah membelah, pisahkan biji dengan fuli merahnya, kemudian jemur terpisah di bawah terik matahari hingga kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama pohon pala bisa terus berproduksi?

Pohon pala merupakan tanaman keras jangka panjang yang mampu berproduksi secara produktif hingga umur 60 sampai 100 tahun jika dirawat dengan baik.

Bagaimana cara membedakan pohon pala jantan dan betina?

Pohon jantan hanya memiliki bunga jantan berkelompok dan tidak menghasilkan buah, sedangkan pohon betina memiliki bunga tunggal yang menjadi buah. Perbedaan baru terlihat jelas saat tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun.

Apakah tanaman pala cocok ditanam di dataran tinggi?

Tanaman pala tumbuh paling optimal di dataran rendah hingga menengah (0-700 mdpl). Pada ketinggian di atas 700 mdpl, pertumbuhannya cenderung lambat dan produksi buah berkurang.

Mengapa buah pala sering gugur sebelum matang?

Kerontokan buah muda umumnya disebabkan oleh kekurangan air pada musim kemarau, serangan hama penggerek buah, atau kelembapan berlebih yang memicu infeksi jamur.

Lebih lanjut tentang Pala

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.