Pemupukan teratur menjadi kunci utama agar pohon pala tumbuh subur dan cepat berbuah. Berikan kompos matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon yang diaplikasikan dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan bulan Oktober dan akhir musim hujan bulan April. Tambahkan pupuk NPK seimbang sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon per tahun yang dibagi dalam 3 kali aplikasi untuk mendukung perkembangan tajuk serta pembentukan bunga.
Pengelolaan air dan tanah harus disesuaikan dengan perubahan musim di Indonesia. Pada musim kemarau, siram bibit muda sebanyak 5 hingga 10 liter air per pohon setiap 2 atau 3 hari sekali agar akar tidak kekeringan. Sebaliknya, saat musim hujan lebat, pastikan saluran drainase melingkar seluas piringan tajuk berfungsi baik agar tidak ada air tergenang yang dapat memicu pembusukan akar dan serangan jamur patogen.
Pemangkasan sanitasi dan pemeliharaan tajuk perlu dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali. Pangkas cabang-cabang yang tumbuh terlalu rendah atau kurang dari 1 meter dari permukaan tanah, serta buang tunas air yang tidak produktif. Sanitasi area piringan pakan seluas radius 1,5 meter dari pangkal batang harus bebas dari gulma untuk mengurangi persaingan hara dan menekan populasi hama penggerek.