Panduan Pemupukan Tembakau yang Tepat

Pemupukan yang tepat pada tembakau menentukan kualitas daun dan hasil panen, terutama di Indonesia dengan variasi musim.

Jawaban singkat

Pemupukan tembakau (Nicotiana tabacum) harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan jenis tanah. Di Indonesia, lahan tembakau umumnya di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara. Sebelum tanam, lakukan analisis tanah untuk mengetahui kadar N, P, K, dan pH. Tembakau membutuhkan pH 5.5-6.5. Pupuk dasar diberikan saat olah tanah, biasanya 7-10 hari sebelum tanam, dengan dosis pupuk kandang 10-20 ton/ha atau kompos 5-10 ton/ha.

Ringkas: Tembakau

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam/hari
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali pada musim kemarau, hindari genangan
Musim
Tanam awal musim kemarau (April-Mei), panen hingga September-Oktober
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan perawatan intensif, pengendalian hama/penyakit, dan proses pasca panen khusus

Pemupukan susulan diberikan dalam 2-3 tahap. Tahap pertama pada 7-10 hari setelah tanam (HST) dengan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg/ha. Tahap kedua pada 21-28 HST dengan pupuk NPK 15-15-15 atau ZA 100-150 kg/ha. Pada musim hujan, kurangi dosis N untuk mencegah daun terlalu lebar dan rentan penyakit. Pada musim kemarau, tingkatkan dosis K untuk meningkatkan ketebalan daun.

Pupuk daun seperti Gandasil B atau Bayfolan dapat diberikan pada 30-40 HST dengan konsentrasi 2-3 ml/liter air, disemprotkan pada pagi atau sore hari. Hindari pemupukan saat hujan atau daun basah. Untuk lahan berpasir, lakukan pemupukan lebih sering dengan dosis lebih kecil karena unsur hara mudah tercuci. Di lahan liat, kurangi frekuensi tapi tingkatkan dosis per aplikasi.

Kekurangan unsur hara ditandai dengan daun menguning (N), tepi daun merah keunguan (P), atau bercak nekrotik (K). Kelebihan N menyebabkan daun hijau tua, tebal, dan lambat masak. Jika terjadi gejala defisiensi, segera lakukan pemupukan susulan dengan pupuk tunggal seperti Urea (N), SP-36 (P), atau KCl (K). Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis spesifik sesuai kondisi lahan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah minimal 2 minggu sebelum tanam untuk mengetahui kebutuhan hara.
  2. Berikan pupuk kandang/kompos 10-20 ton/ha saat olah tanah, 7-10 hari sebelum tanam.
  3. Aplikasikan pupuk NPK 15-15-15 200-300 kg/ha pada 7-10 HST.
  4. Berikan pupuk susulan kedua NPK 15-15-15 atau ZA 100-150 kg/ha pada 21-28 HST.
  5. Semprot pupuk daun (Gandasil B/Bayfolan) 2-3 ml/liter pada 30-40 HST, ulangi 2 minggu sekali jika perlu.
  6. Lakukan pemupukan tambahan jika ada gejala defisiensi, sesuai rekomendasi penyuluh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk tembakau?

Pupuk dasar diberikan sebelum tanam, pupuk susulan pada 7-10 HST dan 21-28 HST, serta pupuk daun pada 30-40 HST.

Apa akibat kelebihan pupuk nitrogen pada tembakau?

Daun menjadi hijau tua, tebal, lambat masak, dan rentan penyakit seperti lanas dan mosaik.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan kalium?

Berikan pupuk KCl atau K2SO4 dengan dosis 50-100 kg/ha, atau semprotkan pupuk daun yang mengandung K tinggi.

Apakah pupuk organik cukup untuk tembakau?

Pupuk organik sebagai pupuk dasar baik, namun tetap perlu pupuk anorganik untuk memenuhi kebutuhan hara makro yang tinggi.

Mengapa daun tembakau menguning setelah dipupuk?

Bisa karena kekurangan N, kelebihan air, atau pH tanah terlalu rendah. Periksa drainase dan lakukan koreksi pH dengan kapur dolomit.

Bolehkah memupuk saat tembakau berbunga?

Pemupukan N pada fase berbunga sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan kualitas daun. Fokus pada pemupukan K untuk meningkatkan bobot daun.

Lebih lanjut tentang Tembakau

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.