Pemupukan susulan diberikan dalam 2-3 tahap. Tahap pertama pada 7-10 hari setelah tanam (HST) dengan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg/ha. Tahap kedua pada 21-28 HST dengan pupuk NPK 15-15-15 atau ZA 100-150 kg/ha. Pada musim hujan, kurangi dosis N untuk mencegah daun terlalu lebar dan rentan penyakit. Pada musim kemarau, tingkatkan dosis K untuk meningkatkan ketebalan daun.
Pupuk daun seperti Gandasil B atau Bayfolan dapat diberikan pada 30-40 HST dengan konsentrasi 2-3 ml/liter air, disemprotkan pada pagi atau sore hari. Hindari pemupukan saat hujan atau daun basah. Untuk lahan berpasir, lakukan pemupukan lebih sering dengan dosis lebih kecil karena unsur hara mudah tercuci. Di lahan liat, kurangi frekuensi tapi tingkatkan dosis per aplikasi.
Kekurangan unsur hara ditandai dengan daun menguning (N), tepi daun merah keunguan (P), atau bercak nekrotik (K). Kelebihan N menyebabkan daun hijau tua, tebal, dan lambat masak. Jika terjadi gejala defisiensi, segera lakukan pemupukan susulan dengan pupuk tunggal seperti Urea (N), SP-36 (P), atau KCl (K). Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis spesifik sesuai kondisi lahan.