Panduan Lengkap Menanam Tembakau dari Awal hingga Panen
Pelajari cara menanam tembakau (Nicotiana tabacum) yang benar mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen, sesuai iklim tropis Indonesia.
Jawaban singkat
Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman perkebunan semusim yang membutuhkan lahan dengan drainase baik, pH tanah 5,5–6,5, dan paparan sinar matahari penuh. Waktu tanam ideal adalah awal musim kemarau (April–Mei) di Jawa atau setelah panen padi di lahan sawah tadah hujan. Sebelum tanam, olah tanah sedalam 20–30 cm, buat bedengan selebar 1–1,2 m, tinggi 30–40 cm, dan saluran drainase selebar 40–50 cm. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10–15 ton/ha atau kompos 5–10 ton/ha, dicampur rata dengan tanah 2–3 minggu sebelum tanam.
Ringkas: Tembakau
Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam/hari
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali pada musim kemarau, hindari genangan
Musim
Tanam awal musim kemarau (April-Mei), panen hingga September-Oktober
Tingkat Kesulitan
Sedang
Membutuhkan perawatan intensif, pengendalian hama/penyakit, dan proses pasca panen khusus
Pembibitan dilakukan 2–3 bulan sebelum tanam. Semai benih pada bedengan semai yang diberi naungan 50% (jerami atau paranet). Media semai campuran tanah, pasir, dan kompos halus (2:1:1). Tabur benih secara merata, lalu tutup tipis dengan media. Siram halus setiap pagi dan sore. Setelah 4–6 minggu atau bibit berdaun 4–5 helai, pindahkan ke polibag kecil (ukuran 10×15 cm) dengan media sama. Rawat selama 2–3 minggu hingga bibit siap tanam (tinggi 15–20 cm, daun 6–8 helai).
Penanaman dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres. Buat lubang tanam sedalam 10–15 cm dengan jarak tanam 100×100 cm atau 100×80 cm (populasi 10.000–12.500 tanaman/ha). Masukkan bibit beserta tanah polibag, timbun hingga pangkal batang, lalu padatkan. Segera siram 0,5–1 liter air per tanaman. Lakukan penyulaman pada 7–14 hari setelah tanam. Pemupukan susulan pertama pada 7–10 HST dengan urea 50–75 kg/ha dan KCl 25–50 kg/ha, diberikan dalam larikan 10 cm dari batang. Pemupukan kedua pada 30–35 HST dengan NPK 15-15-15 100–150 kg/ha dan KCl 50–75 kg/ha. Penyiangan dilakukan 2–3 kali (pada 2–3 minggu, 5–6 minggu, dan 8–9 minggu). Pembumbunan dilakukan bersamaan penyiangan pertama dan kedua. Pengairan diberikan 2–3 hari sekali pada musim kemarau, terutama fase vegetatif dan pembentukan daun.
Panen tembakau dilakukan bertahap berdasarkan kematangan daun, dimulai dari daun bawah (bawah) hingga daun atas (pucuk). Ciri daun siap panen: warna hijau kekuningan, tulang daun putih, tepi daun agak melengkung ke bawah, dan permukaan daun sedikit mengkilap. Panen dilakukan pagi hari (06.00–09.00) saat tidak hujan. Petik daun yang sudah matang, jangan sampai rusak. Daun yang dipetik langsung diikat dalam ikatan kecil (30–50 helai) dan segera diangin-anginkan. Proses lanjutan meliputi pelayuan, pengeringan (sangrai atau oven), pengemasan, dan fermentasi sesuai jenis tembakau (rajangan, krosok, atau cerutu). Hasil panen rata-rata 1–2 ton daun kering per hektar tergantung varietas dan perawatan.
Langkah-langkah
1Siapkan lahan dengan mengolah tanah, membuat bedengan dan saluran drainase, serta memberikan pupuk dasar 2–3 minggu sebelum tanam.
2Lakukan pembibitan 2–3 bulan sebelum tanam: semai benih di bedengan naungan, pindahkan ke polibag setelah 4–6 minggu, rawat hingga siap tanam.
3Tanam bibit pada sore hari dengan jarak 100×100 cm, siram, dan lakukan penyulaman pada 7–14 HST.
4Lakukan pemupukan susulan, penyiangan, pembumbunan, dan pengairan secara terjadwal sesuai fase pertumbuhan.
5Panen daun tembakau secara bertahap pada pagi hari saat daun matang, ikat, dan segera proses lanjutan (pelayuan, pengeringan, fermentasi).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama umur tanaman tembakau dari tanam hingga panen?
Umur tanaman tembakau bervariasi tergantung varietas dan iklim, umumnya 60–90 hari setelah tanam untuk panen pertama daun bawah, dan panen selesai total pada 90–120 HST.
Apa saja hama utama pada tembakau dan bagaimana pengendaliannya?
Hama utama: ulat grayak (Spodoptera litura), kutu daun (Myzus persicae), dan penggerek batang (Phthorimaea operculella). Pengendalian dengan rotasi tanaman, musuh alami (predator), pemasangan perangkap lampu, dan insektisida nabati seperti ekstrak nimba atau tembakau. Untuk kimia, konsultasikan dengan penyuluh setempat.
Bagaimana cara memupuk tembakau yang tepat?
Pupuk dasar: pupuk kandang 10–15 ton/ha. Susulan I (7–10 HST): urea 50–75 kg/ha + KCl 25–50 kg/ha. Susulan II (30–35 HST): NPK 15-15-15 100–150 kg/ha + KCl 50–75 kg/ha. Aplikasi dalam larikan 10 cm dari batang, tutup dengan tanah.
Kapan waktu panen tembakau yang baik?
Panen dilakukan pagi hari (06.00–09.00) saat cuaca cerah, tidak hujan. Daun dipetik saat matang fisiologis: warna hijau kekuningan, tulang daun putih, tepi melengkung ke bawah.
Apakah tembakau bisa ditanam di lahan bekas padi?
Bisa. Lahan bekas padi sawah tadah hujan sangat cocok ditanami tembakau setelah panen padi (musim kemarau). Pastikan drainase baik, pH tanah sesuai, dan bebas genangan.
Berapa jarak tanam tembakau yang ideal?
Jarak tanam ideal 100×100 cm atau 100×80 cm, tergantung varietas dan kesuburan tanah. Populasi berkisar 10.000–12.500 tanaman per hektar.