Penyiraman dilakukan rutin setiap pagi atau sore, terutama saat musim kemarau. Beri air secukupnya agar tanah lembab tapi tidak tergenang. Mulsa jerami setebal 5-10 cm di sekitar pangkal batang membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pemupukan susulan dengan NPK 15-15-15 dosis 200-300 kg/ha pada umur 15, 30, dan 45 HST, ditambah KNO3 50-100 kg/ha pada fase pembentukan daun.
Pemangkasan (topping) dilakukan saat tanaman mulai berbunga, yaitu umur 60-70 HST, dengan memotong bunga dan 2-3 daun pucuk. Ini memacu pertumbuhan daun bawah menjadi lebih lebar dan tebal. Lakukan juga pemangkasan tunas samping (suckering) setiap 3-5 hari sekali. Pengendalian hama (ulat, kutu daun, trips) dan penyakit (layu bakteri, mosaik) dilakukan dengan rotasi tanaman, sanitasi, dan penggunaan agens hayati seperti Beauveria bassiana.
Panen dilakukan bertahap saat daun matang fisiologis, ditandai dengan warna hijau kekuningan, permukaan mulai mengkilat, dan tepi agak melengkung. Biasanya 70-90 HST, petik 2-3 daun terbawah per minggu, total 8-12 kali petik. Daun dikeringkan dengan diangin-anginkan di gudang pengering (curing) selama 4-8 minggu. Setelah kering, daun diikat dan disimpan di tempat sejuk, kering, dan gelap.