Busuk akar menyebabkan tanaman layu mendadak, akar menghitam, dan batang leher akar membusuk. Ciri khasnya: tanaman mudah dicabut karena akar rapuh. Penyakit ini marak di musim hujan pada lahan tergenang. Layu bakteri ditandai layu permanen meski tanah lembab, potong batang keluar lendir putih. Bercak daun tampak sebagai bercak coklat tidak beraturan yang meluas, menyebabkan daun gugur dan pertumbuhan terhambat.
Pengendalian dimulai dengan sanitasi lahan: bersihkan sisa tanaman sakit, perbaiki drainase, dan hindari genangan. Rotasi tanaman dengan palawija (jagung, kacang) minimal 2 musim. Untuk bercak daun, atur jarak tanam (20x60 cm) agar sirkulasi udara baik. Gunakan benih bersertifikat tahan penyakit. Jika serangan sudah terjadi, aplikasi fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga (baca label) bisa membantu, namun konsultasi dengan penyuluh setempat.
Pemupukan berimbang (N:P:K = 1:1:1) dan pengapuran jika pH tanah <5,5 dapat mengurangi keparahan penyakit. Pantau tanaman setiap minggu, terutama saat musim hujan. Segera cabut dan musnahkan tanaman sakit dengan cara dibakar atau dikubur dalam (minimal 50 cm). Laporkan serangan berat ke BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi spesifik.