Penyiraman penting terutama saat musim kemarau. Siram setiap hari jika tidak hujan, berikan 2–3 liter per tanaman atau setara dengan kapasitas lapang. Pada musim hujan, kurangi penyiraman untuk mencegah busuk akar. Mulsa jerami atau alang-alang setebal 5–10 cm sangat membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma. Gulma dikendalikan dengan penyiangan manual setiap 2 minggu sekali pada 2 bulan pertama.
Pemupukan susulan dilakukan pada umur 2 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Aplikasikan pupuk NPK seimbang (16-16-16) dengan dosis 200–300 kg per hektar per aplikasi, atau sesuai rekomendasi BPP setempat. Untuk hasil serat maksimal, beri pupuk KCL 100 kg/ha pada umur 6 minggu. Pembumbunan dilakukan saat tanaman setinggi 30–40 cm untuk memperkuat perakaran dan mengurangi rebah. Kenaf siap panen pada umur 4–5 bulan, ditandai daun bawah mulai menguning dan batang mengeras.
Hama utama kenaf adalah ulat grayak (Spodoptera litura) dan kutu daun (Aphis gossypii). Pengendalian dilakukan dengan rotasi tanaman, pemasangan lampu perangkap, dan penyemprotan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba 10% setiap 5–7 hari. Penyakit layu fusarium dapat dicegah dengan menanam varietas tahan dan drainase baik. Jika ditemukan tanaman layu, segera cabut dan bakar. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian untuk dosis tepat bahan kimia jika diperlukan.