Ulat grayak menyerang daun muda dan menyebabkan lubang tidak beraturan. Ciri khasnya adalah telur berkelompok di permukaan bawah daun dan larva yang aktif pada malam hari. Pengendalian dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, penggunaan perangkap cahaya, dan penyemprotan Bacillus thuringiensis (bakteri alami) sesuai dosis anjuran. Hindari penggunaan pestisida kimia yang mematikan musuh alami.
Kutu daun mengisap cairan daun dan menyebabkan daun menguning, keriting, serta mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Koloni kutu biasanya berada di pucuk dan kuncup bunga. Pengendalian meliputi penyemprotan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari, serta memanfaatkan predator seperti kumbang Coccinella. Pada serangan berat, konsultasikan ke BPP setempat untuk pestisida selektif.
Penggerek batang menyerang dengan cara melubangi batang dan membuat gerekan. Tanaman yang terserang layu mendadak dan batang mudah patah. Ciri khasnya adalah lubang kecil di batang dan kotoran hitam di sekitar lubang. Pengendalian dilakukan dengan memotong dan membakar batang terserang, serta menanam varietas tahan seperti 'Yute Merah'. Sanitasi lahan dan rotasi dengan palawija (misal jagung) juga efektif memutus siklus hama.