Penyemaian benih dilakukan di polybag atau bedengan semai. Setelah bibit berumur 3-4 minggu atau setinggi 10-15 cm, pindahkan ke lahan dengan jarak tanam 20x20 cm. Penyiraman dilakukan setiap hari pada fase awal, lalu dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu jika sudah berakar kuat. Penyiangan gulma wajib dilakukan setiap 2 minggu sekali hingga tanaman berumur 2 bulan.
Pemupukan susulan diberikan pada umur 1 bulan dan 2 bulan. Gunakan pupuk organik cair (urin sapi fermentasi) atau NPK 15-15-15 dengan dosis sesuai anjuran setempat. Pada musim kemarau, mulsa jerami setebal 5 cm sangat membantu menjaga kelembaban tanah. Perhatikan serangan ulat grayak dan jamur akar; jika ditemukan, segera konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat.
Panen yute dilakukan saat tanaman berumur 4-5 bulan, ditandai dengan daun bagian bawah mulai menguning dan batang mengeras. Potong batang setinggi 10 cm dari permukaan tanah, lalu ikat menjadi berkas dan rendam dalam air mengalir selama 7-14 hari untuk memisahkan serat. Setelah serat terkupas, jemur hingga kering. Dengan perawatan rutin, hasil serat bisa mencapai 2-3 ton per hektar.