Benih yute disemai terlebih dahulu dalam polybag atau bedengan semai selama 2-3 minggu hingga berdaun 4-5 helai. Benih direndam air hangat (50°C) selama 15 menit sebelum disemai untuk memecah dormansi. Setelah itu, bibit dipindahkan ke lahan dengan jarak tanam 30x20 cm (sekitar 100.000 tanaman/ha). Penanaman dilakukan saat tanah lembab, sebaiknya sore hari. Satu lubang tanam diisi 1 bibit, lalu ditutup tipis dengan tanah.
Pemeliharaan meliputi penyiraman setiap hari jika tidak hujan, penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali hingga tanaman berumur 2 bulan, dan pembumbunan pada umur 1 bulan untuk memperkuat perakaran. Pemupukan susulan diberikan pada umur 1 bulan (urea 100 kg/ha) dan umur 2 bulan (NPK 15-15-15 150 kg/ha). Hama utama adalah ulat grayak (Spodoptera litura) dan kutu daun; kendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi dengan BPP setempat. Penyakit layu bakteri dan bercak daun dapat dicegah dengan rotasi tanaman dan drainase baik.
Panen yute dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 bulan atau saat 50% buah berwarna coklat. Batang dipotong pangkalnya, lalu diikat menjadi berkas. Proses selanjutnya adalah perendaman batang dalam air mengalir selama 10-15 hari untuk memisahkan serat dari kayu, kemudian dicuci dan dikeringkan. Produktivitas serat kering sekitar 2-3 ton/ha. Panen sebaiknya dilakukan saat musim kemarau untuk memudahkan pengeringan.