Ciri fisik tanaman siap panen: daun bagian bawah mulai menguning dan rontok, batang berwarna cokelat keabu-abuan, serta jika batang dipotong akan keluar getah yang kental. Jangan panen terlalu muda karena serat masih lemah, atau terlalu tua karena serat menjadi kasar dan keras. Petani biasanya memanen saat 50% daun sudah menguning.
Cara panen: potong batang yute setinggi 10–15 cm dari permukaan tanah menggunakan sabit atau golok yang tajam. Hindari memotong terlalu rendah agar tidak terkena tanah yang dapat menurunkan kualitas serat. Setelah dipotong, ikat batang menjadi berkas (bundle) dengan ukuran diameter sekitar 20–30 cm untuk memudahkan perendaman.
Proses selanjutnya adalah perendaman (retting) untuk memisahkan serat dari batang. Rendam berkas yute di air mengalir (sungai atau kolam) selama 10–15 hari. Perendaman yang baik menghasilkan serat berwarna putih keperakan. Setelah itu, jemur serat hingga kering (2–3 hari) sebelum disimpan atau dijual. Panen yang tepat waktu dan perendaman yang benar meningkatkan rendemen serat hingga 2,5–3 ton per hektar.