Pemupukan organik sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organik. Aplikasikan pupuk kandang (kotoran sapi atau ayam) sebanyak 2-3 kg per tanaman setiap 6 bulan. Pupuk hijau seperti lamtoro atau gamal dapat ditanam sebagai tanaman sela dan dipangkas untuk mulsa. Kompos dari sisa panen juga bisa ditambahkan dengan dosis 1-2 kg per tanaman per tahun.
Waktu pemupukan yang tepat adalah di awal musim hujan (Oktober-November) dan awal musim kemarau (April-Mei). Hindari pemupukan saat hujan deras karena pupuk mudah tercuci. Pemupukan dilakukan dengan cara membuat alur melingkar di sekitar tanaman selebar tajuk, sedalam 10-15 cm, lalu taburkan pupuk secara merata dan tutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman dewasa, alur diperlebar hingga 50 cm dari batang.
Pemupukan daun juga bisa dilakukan untuk melengkapi kebutuhan unsur mikro. Gunakan pupuk daun yang mengandung Zn, B, dan Mo dengan konsentrasi 2-3 ml per liter air. Semprotkan pada daun bagian bawah setiap 1-2 bulan sekali pada pagi atau sore hari. Jangan lupa untuk melakukan analisis tanah setiap 1-2 tahun untuk menyesuaikan dosis pupuk. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik lokasi.