Fase vegetatif (0–45 HST) membutuhkan nitrogen tinggi untuk pembentukan daun dan batang. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau kandang sebanyak 2–3 ton/ha sebagai dasar. Susul dengan pupuk kimia urea 150–200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha pada 7–10 HST. Aplikasi dilakukan dengan cara dilarik di samping barisan tanaman sedalam 5–7 cm.
Fase generatif (45–75 HST) adalah kritis untuk pembentukan malai dan biji. Kurangi nitrogen, tingkatkan fosfor dan kalium. Berikan pupuk susulan kedua berupa urea 100 kg/ha, SP-36 50 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha pada 30–35 HST. Jika tanah masam (pH < 5,5), tambah dolomit 500–1000 kg/ha saat olah tanah.
Pada musim hujan, sebagian pupuk bisa tercuci, sehingga dosis dinaikkan 10–20% atau aplikasi dipecah menjadi 3 kali. Untuk lahan kering, pemupukan cukup 2 kali. Selalu ikuti rekomendasi setempat dari BPP atau penyuluh pertanian karena kondisi tanah bervariasi antar daerah.