Pemupukan dasar dilakukan saat olah tanah. Gunakan pupuk kandang matang 10-15 ton per hektar atau kompos 5-7 ton per ha. Campurkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 200-250 kg per ha sebagai pupuk dasar. Tabur merata di bedengan, lalu tutup tipis dengan tanah. Jika pH tanah di bawah 5,5, berikan dolomit 1-2 ton per ha dua minggu sebelum tanam untuk menaikkan pH menjadi 6-7.
Pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 14-21 hari setelah tanam (HST). Gunakan urea 100-150 kg per ha atau ZA 200-300 kg per ha, ditambah KCl 50-75 kg per ha. Pemupukan kedua pada 35-45 HST dengan dosis sama. Cara aplikasi: larutkan pupuk dalam air (kocor) dengan konsentrasi 5-10 gram per liter air, siramkan 200-300 ml per tanaman. Hindari pemupukan saat hujan deras.
Pemupukan daun dapat dilakukan sebagai suplemen. Semprotkan pupuk daun yang mengandung N dan mikro (misal Zn, B) pada 30 dan 50 HST dengan konsentrasi sesuai label. Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen (sekitar 70-90 HST). Pantau gejala defisiensi: daun kuning (kekurangan N), tepi daun merah (kekurangan K), atau pertumbuhan kerdil (kekurangan P). Jika terjadi, segera lakukan koreksi dengan pupuk sesuai kebutuhan.