Kunci utama perawatan suweg terletak pada kesuburan media tanam dan ketersediaan bahan organik. Sebelum penanaman, tambahkan pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per lubang tanam. Pada fase vegetatif aktif, tambahkan pupuk organik cair atau pupuk susulan pada bulan ke-1 dan ke-3 setelah tunas tumbuh untuk menyokong pembentukan batang semu yang kokoh dan daun yang lebar.
Pengelolaan air dan penyiangan gulma sangat menentukan kesehatan umbi suweg di dalam tanah. Selama puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Februari, pastikan parit drainase di sekitar bedengan dibuat setinggi 20 hingga 30 centimeter agar air tidak tergenang di sekitar perakaran. Bersihkan gulma di sekitar piringan tanaman secara rutin setiap 3 minggu sekali agar nutrisi tanah terserap penuh oleh suweg tanpa kompetisi.
Proses penting lainnya adalah pembumbunan tanah yang dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 2 bulan dan 4 bulan setelah muncul tunas. Pembumbunan dilakukan dengan menimbun tanah setinggi 10 hingga 15 centimeter di sekitar pangkal batang untuk melindungi umbi yang sedang membesar. Memasuki musim kemarau pada bulan Juni hingga Agustus, tanaman akan mengalami masa dormansi alami ditandai dengan batang yang menguning dan layu, yang menandakan umbi siap dipanen atau dibiarkan istirahat di dalam tanah.