Media tanam yang dibutuhkan quinoa adalah tanah gembur bercampur kompos matang dengan rasio 2:1 dan memiliki tingkat keasaman (pH) ideal 6,0 hingga 7,5. Pada fase awal pertumbuhan (minggu ke-1 hingga ke-4), berikan pupuk organik kaya nitrogen sebanyak 200 gram per tanaman untuk memicu pertumbuhan vegetatif dan pembentukan daun yang sehat. Pastikan bedengan memiliki tinggi minimal 30 cm dengan parit drainase yang dalam agar air hujan tidak menggenangi perakaran.
Penyiraman dilakukan secara rutin sebanyak 1 kali sehari pada pagi hari dengan volume 250-500 ml per tanaman selama masa awal penanaman. Begitu tanaman memasuki usia 60 hari dan mulai membentuk malai bunga, frekuensi penyiraman dikurangi menjadi 2 hingga 3 hari sekali. Pengurangan pasokan air ini bertujuan untuk merangsang pengisian biji quinoa secara optimal sekaligus mencegah timbulnya jamur busuk akar akibat kelembapan berlebih di daerah perakaran.
Pemeliharaan krusial meliputi penjarangan bibit saat tinggi mencapai 10 cm agar jarak antar tanaman menjadi 25 hingga 30 cm, serta pembersihan gulma secara berkala setiap 2 minggu sekali. Bunga quinoa mulai muncul pada umur 70-80 hari dan siap dipanen sekitar 90-120 hari setelah tanam ketika daun-daun mulai menguning dan gugur. Lakukan pemanenan saat cuaca cerah untuk memastikan malai biji dalam kondisi benar-benar kering.