Pengairan menjadi faktor penting dalam perawatan hanjeli, terutama pada umur 0 hingga 60 hari setelah tanam. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu untuk menjaga tanah tetap lembap tanpa menimbulkan genangan air. Pada musim hujan, pastikan saluran drainase di sekitar guludan berfungsi dengan baik agar perakaran hanjeli tidak membusuk akibat air stagnan.
Kesuburan tanah ditingkatkan dengan pemberian pupuk dasar berupa kompos matang atau pupuk kandang sebanyak 1 hingga 1,5 kg per lubang tanam sebelum benih ditanam. Pemupukan susulan dilakukan pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau pupuk hara seimbang guna merangsang pembentukan anakan produktif hingga mencapai 10 sampai 20 batang per rumpun.
Perawatan rutin juga mencakup penyiangan gulma pada umur 21 dan 45 hari setelah tanam yang dilanjutkan dengan pembubunan tanah di sekitar pangkal batang. Pembubunan berfungsi memperkokoh perakaran hanjeli agar tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang. Memasuki umur 120 hingga 150 hari, hanjeli siap dipanen ketika 80 persen bulirnya telah mengeras dan berubah warna menjadi abu-abu atau ungu mengkilap.