Cara Merawat Hanjeli Agar Subur dan Berbuah Lebat

Merawat tanaman hanjeli agar tumbuh subur membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten, pemupukan organik teratur, dan pembubunan tanah secara berkala.

Jawaban singkat

Tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi) merupakan tanaman pangan lokal berpotensi tinggi yang dapat tumbuh optimal di lahan kering maupun pekarangan rumah sepanjang tahun. Untuk mencapai pertumbuhan yang subur, hanjeli memerlukan penanaman di area terbuka yang terpapar sinar matahari penuh selama 6 hingga 8 jam setiap hari dengan jarak tanam ideal 75 x 50 cm. Pemilihan lokasi yang cerah sangat menentukan pembentukan rumpun yang rimbun sejak awal fase vegetatif.

Ringkas: Hanjeli

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, 1-2 kali seminggu saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemanfaatan lahan kering atau pekarangan rumah.

Pengairan menjadi faktor penting dalam perawatan hanjeli, terutama pada umur 0 hingga 60 hari setelah tanam. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu untuk menjaga tanah tetap lembap tanpa menimbulkan genangan air. Pada musim hujan, pastikan saluran drainase di sekitar guludan berfungsi dengan baik agar perakaran hanjeli tidak membusuk akibat air stagnan.

Kesuburan tanah ditingkatkan dengan pemberian pupuk dasar berupa kompos matang atau pupuk kandang sebanyak 1 hingga 1,5 kg per lubang tanam sebelum benih ditanam. Pemupukan susulan dilakukan pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau pupuk hara seimbang guna merangsang pembentukan anakan produktif hingga mencapai 10 sampai 20 batang per rumpun.

Perawatan rutin juga mencakup penyiangan gulma pada umur 21 dan 45 hari setelah tanam yang dilanjutkan dengan pembubunan tanah di sekitar pangkal batang. Pembubunan berfungsi memperkokoh perakaran hanjeli agar tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang. Memasuki umur 120 hingga 150 hari, hanjeli siap dipanen ketika 80 persen bulirnya telah mengeras dan berubah warna menjadi abu-abu atau ungu mengkilap.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman secara teratur 2-3 kali seminggu pada musim kemarau untuk menjaga kelembapan media tanam.
  2. Bersihkan gulma di sekitar rumpun pada umur 21 hari dan 45 hari setelah tanam agar tidak terjadi persaingan hara.
  3. Berikan pemupukan susulan organik pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam untuk memicu pembentukan anakan.
  4. Lakukan pembubunan tanah ke pangkal batang bersamaan dengan penyiangan kedua untuk memperkuat perakaran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama masa panen tanaman hanjeli sejak ditanam?

Hanjeli umumnya dapat dipanen pada umur 120 hingga 150 hari atau sekitar 4 sampai 5 bulan setelah tanam.

Apakah hanjeli butuh banyak air seperti padi sawah?

Tidak, hanjeli tergolong tanaman lahan kering yang hanya membutuhkan tanah lembap dan tidak suka tergenang air.

Berapa kali pemupukan susulan sebaiknya diberikan pada hanjeli?

Pemupukan susulan sebaiknya diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam.

Mengapa rumpun hanjeli saya menghasilkan sedikit anakan?

Anakan sedikit biasanya disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari langsung atau kekurangan unsur hara nitrogen pada fase vegetatif awal.

Bisakah hanjeli ditanam dalam wadah seperti polybag?

Bisa, gunakan polybag berukuran minimal diameter 40 cm dengan media tanam gembur yang kaya bahan organik.

Lebih lanjut tentang Hanjeli

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.