Pertama, periksa pola kuningnya. Jika daun tua menguning merata, kemungkinan kekurangan nitrogen. Tambahkan pupuk kandang atau urea sesuai dosis anjuran setempat (konsultasi BPP). Jika kuning di antara tulang daun (klorosis interveinal), curigai kekurangan magnesium atau besi. Semprot dengan pupuk daun mengandung Mg atau Fe pada pagi hari saat cuaca cerah.
Kedua, amati bercak atau tepung pada daun. Bercak coklat dikelilingi kuning menandakan penyakit bercak daun (Drechslera avenae) atau karat daun (Puccinia coronata). Jamur tepung putih (Erysiphe graminis) juga menyebabkan kuning. Tingkatkan sirkulasi udara dengan jarak tanam 20-30 cm, kurangi naungan, dan aplikasikan fungisida berbahan aktif mancozeb atau tebukonazol sesuai label. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan membantu menekan inokulum.
Ketiga, periksa akar dan pangkal batang. Busuk akar (Pythium, Rhizoctonia) menyebabkan tanaman layu dan kuning. Pastikan drainase baik, hindari genangan, dan gunakan benih sehat. Serangan hama seperti kutu daun (Rhopalosiphum padi) juga menguningkan daun; semprot dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau sipermetrin sesuai petunjuk penyuluh. Terakhir, lakukan pengapuran jika pH tanah di bawah 5,5, karena pH rendah menghambat serapan hara.