Singkong, Penyakit Singkong di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya
Jeffry Surianto / Pexels

Penyakit Singkong di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Pengendalian penyakit singkong pada musim hujan membutuhkan diagnosis tepat berdasarkan gejala pada daun, batang, dan umbi untuk mencegah gagal panen.

Jawaban singkat

Musim hujan yang berlangsung dari Oktober hingga April di wilayah Indonesia sering membawa kelembapan udara tinggi di atas 85 persen, yang menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan berbagai patogen tanaman singkong. Serangan penyakit jamur dan bakteri pada pertanaman singkong dapat menurunkan hasil panen umbi hingga 50 persen jika tidak terdeteksi sejak dini. Kelembapan tanah berlebih dan genangan air pada lahan tanpa sistem drainase yang baik menjadi pemicu utama pembusukan akar dan infeksi sistemik pada batang tanaman singkong umur 2 hingga 6 bulan.

Ringkas: Singkong

Cahaya
Penuh sepanjang hari minimal 6 jam sinar matahari langsung
Penyiraman
Sedang, siram saat awal tanam dan pastikan tanah tidak tergenang
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pangan yang sangat adaptif di berbagai jenis tanah mineral.

Gejala serangan di lapangan sering kali membingungkan petani karena beberapa penyakit menunjukkan tanda-tanda yang serupa pada kanopi daun. Layu bakteri ditandai dengan bercak kebasah-basahan pada daun yang menyebar mengikuti tulang daun, sedangkan bercak daun Cercospora menunjukkan bulatan cokelat bertepi tegas pada daun bagian bawah. Membedakan diagnosis dini sangat krusial agar tindakan sanitasi lahan dan pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Masalah busuk umbi basah akibat serangan cendawan Phytophthora paling sering ditemukan pada lahan datar dengan struktur tanah liat berat yang tergenang air selama lebih dari 48 jam berturut-turut. Batang tanaman akan tampak layu mendadak meskipun tanah basah, dan ketika umbi dibongkar, jaringan dalam umbi tampak lunak, berwarna cokelat kehitaman, serta mengeluarkan aroma busuk yang menyengat. Kerusakan ini dapat dicegah dengan pembuatan guludan setinggi 30 hingga 40 cm sebelum masa tanam dimulai.

Pencegahan berkelanjutan dilakukan melalui penggunaan bibit stek berkualitas sepanjang 20 hingga 25 cm dari tanaman induk yang bebas penyakit. Lakukan pergiliran tanaman dengan suku legum atau jagung setelah 1 hingga 2 siklus panen singkong untuk memutus siklus hidup patogen tanah. Pelihara kebersihan kebun dengan rutin membuang sisa-sisa tanaman terinfeksi dan membakarnya di luar area pertanaman guna meminimalkan penyebaran spora saat curah hujan tinggi.

Penyebab & Cara Mengatasi

Layu Bakteri Singkong (CBB / Xanthomonas axonopodis)

Ciri: Bercak bersudut kebasah-basahan pada daun, terdapat tetesan lendir bakteri warna kekuningan di batang, daun layu dan mengering seperti terbakar.

Solusi: Pangkas dan bakar bagian tanaman yang terinfeksi, gunakan stek sehat dari tanaman bebas CBB, dan rotasi tanaman minimal 1 musim.

Bercak Daun Cokelat (Cercospora henningsii)

Ciri: Bercak bulat berwarna cokelat dengan tepi gelap pada daun tua, daun menguning di sekeliling bercak lalu gugur prematur.

Solusi: Lakukan penyiangan gulma rutin, jaga jarak tanam 1x1 meter agar sirkulasi udara lancar, dan buang daun tua yang terinfeksi.

Busuk Umbi Phytophthora (Phytophthora spp.)

Ciri: Tanaman layu mendadak, umbi membusuk basah dan berbau menyengat, kulit umbi terkelupas mudah saat dicabut.

Solusi: Perbaiki drainase lahan dengan guludan tinggi 30-40 cm, hindari genangan air, dan aplikasikan agen hayati Trichoderma pada tanah.

Antraknosa Singkong (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Luka cekung berwarna kehitaman pada batang muda, pucuk tanaman mengering dan mati, daun muda melengkung kerdil.

Solusi: Gunakan stek dari bagian tengah batang yang berkayu keras, hindari perataan tajuk berlebih, dan bersihkan sisa pangkasan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan rutin pada kebun singkong 2 kali seminggu selama musim hujan untuk mendeteksi gejala awal pada daun dan batang.
  2. Cabut dan musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala layu bakteri atau busuk umbi berat dengan cara dibakar di luar area kebun.
  3. Perbaiki saluran drainase di sekeliling bedengan agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak menggenangi pangkal batang lebih dari 24 jam.
  4. Aplikasikan pupuk organik terdekomposisi sempurna yang diperkaya mikrob antagonis pada pangkal batang untuk meningkatkan ketahanan tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah umbi singkong yang terkena busuk umbi masih aman dikonsumsi?

Umbi singkong yang sudah membusuk basah dan berbau tidak layak dikonsumsi karena kualitas rasa sudah rusak serta berisiko terkontaminasi mikroorganisme berbahaya.

Mengapa penyakit bercak daun lebih sering menyerang singkong saat musim hujan?

Cendawan penyebab bercak daun membutuhkan kelembapan udara tinggi dan percikan air hujan untuk menyebarkan sporanya dari daun bawah ke daun di atasnya.

Bagaimana cara memilih stek singkong yang bebas penyakit?

Pilihlah stek dari batang tengah yang lurus, mata tunas rapat, kulit tidak terkelupas, serta berasal dari rumpun tanaman yang daun dan umbinya sehat tanpa cacat.

Apakah rotasi tanaman efektif mengurangi penyakit singkong?

Sangat efektif. Rotasi tanaman dengan jagung, kacang tanah, atau kedelai selama 1 musim dapat memutus rantai makanan patogen spesifik singkong di dalam tanah.

Lebih lanjut tentang Singkong

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.