Memasuki fase vegetatif (30-120 HST), tanaman membutuhkan nitrogen tinggi untuk pembentukan daun dan batang. Aplikasikan pupuk susulan pertama pada umur 30-45 HST dengan urea 100-150 kg/ha dan KCl 50-75 kg/ha. Cara aplikasi: buat alur melingkar 10-15 cm dari batang, tabur pupuk, lalu tutup dengan tanah. Pada fase ini, pastikan kelembaban tanah cukup (tidak tergenang) agar pupuk terserap optimal. Jika musim kemarau, lakukan penyiraman ringan setelah pemupukan.
Fase pengisian umbi (120-180 HST) membutuhkan lebih banyak kalium (K) dan fosfor (P) untuk meningkatkan bobot umbi. Aplikasikan pupuk susulan kedua pada umur 120-150 HST dengan KCl 100-150 kg/ha dan SP-36 50-75 kg/ha. Hindari pemberian nitrogen berlebihan pada fase ini karena akan memicu pertumbuhan daun yang tidak produktif. Jika tanah masam (pH <5.5), berikan dolomit 500-1000 kg/ha saat olah tanah untuk meningkatkan ketersediaan fosfor.
Pemupukan berimbang juga perlu memperhatikan gejala defisiensi hara. Daun menguning bagian bawah menandakan kekurangan nitrogen, sedangkan tepi daun coklat dan kering menandakan kekurangan kalium. Untuk lahan kering di musim kemarau, gunakan mulsa jerami atau sisa tanaman untuk menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan pupuk. Konsultasikan dosis tepat dengan BPP setempat berdasarkan hasil analisis tanah. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan umbi berserat dan rentan penyakit.