Penanaman stek dilakukan dengan membenamkan sepertiga bagian batang ke dalam tanah secara tegak lurus atau sedikit miring dengan jarak tanam ideal 1 meter kali 1 meter agar kanopi daun mendapat sinar matahari penuh. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman berumur 1 bulan menggunakan pupuk organik padat sebanyak 1 kilogram per lubang tanam untuk merangsang pertumbuhan awal akar dan tunas muda. Penyiraman dilakukan secara rutin pada minggu pertama setelah tanam, kemudian frekuensinya dikurangi karena singkong cukup toleran terhadap kondisi kering.
Perawatan berkala meliputi penyiangan gulma pada umur 1 bulan dan 3 bulan setelah tanam agar tanaman singkong tidak bersaing dalam memperebutkan unsur hara dan air di dalam tanah. Pembumbunan tanah dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua untuk memperkokoh batang bawah dan memperluas area pembentukan umbi di dalam tanah. Pemangkasan tunas dapat dilakukan jika pertumbuhan terlalu rimbun, menyisakan dua hingga tiga batang utama yang paling sehat dan kokoh per rumpun.
Panen singkong dilakukan saat tanaman berumur 8 hingga 10 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan rontok secara alami di sebagian besar tajuk tanaman. Proses panen dilakukan dengan cara memotong batang setinggi 30 centimeter di atas tanah, kemudian mencabut batang utama secara perlahan atau mencangkul tanah di sekitar umbi agar tidak ada umbi yang tertinggal atau terluka. Umbi yang sudah dipanen harus segera dibersihkan dari sisa tanah dan dipasarkan atau diolah dalam waktu maksimal 2 hari karena umbi singkong segar mudah mengalami kerusakan.