Pemilihan bibit dilakukan dengan mengambil batang dari tanaman induk yang berumur 9 hingga 12 bulan dan bebas dari penyakit. Batang berdiameter 2 sampai 3 cm dipotong menggunakan parang tajam dengan panjang 20 hingga 25 cm secara miring 45 derajat pada bagian bawah. Potongan miring ini bertujuan memperluas area perakaran, lalu stek ditancapkan secara tegak atau agak miring setinggi 5 hingga 10 cm ke dalam tanah gembur.
Pemeliharaan tanaman meliputi pemberian pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 1 hingga 2 kg per lubang tanam saat pengolahan tanah. Pupuk susulan seperti NPK diberikan pada umur 1 bulan sebanyak 20 gram per tanaman dan diulangi pada umur 3 bulan sebanyak 30 gram per tanaman. Penyiangan gulma wajib dilakukan secara berkala pada umur 30 hari dan 90 hari setelah tanam agar nutrisi tanah terserap sempurna oleh umbi.
Masa panen singkong bervariasi tergantung varietas yang ditanam, umumnya berkisar antara 8 hingga 12 bulan setelah tanam. Varietas konsumsi dapat dipanen pada umur 8 hingga 9 bulan, sedangkan varietas industri dipanen pada umur 10 hingga 12 bulan. Pemanenan dilakukan dengan memotong batang bersisa 20 cm, melonggarkan tanah di sekitar piringan menggunakan cangkul secara hati-hati, lalu menarik pangkal batang ke atas agar umbi tidak patah di dalam tanah.





