Panduan Pemupukan Jewawut yang Tepat untuk Hasil Panen Optimal

Pemupukan jewawut yang tepat mengombinasikan pupuk organik dasar dan pemupukan susulan berimbang agar tanaman tahan rebah serta bulir terisi penuh.

Jawaban singkat

Jewawut (Setaria italica) merupakan tanaman pangan lokal yang sangat tangguh dan berpotensi tinggi dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Pemupukan dasar dilakukan pada saat pengolahan tanah sekitar 7 hingga 10 hari sebelum tanam. Dosis pupuk kandang atau kompos matang yang disarankan adalah 5 sampai 10 ton per hektar, ditabur merata di atas bedengan untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi awal bagi kecambah.

Ringkas: Jewawut

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedikit hingga sedang, sangat tahan kekeringan
Musim
Awal musim kemarau / akhir musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat efisien dalam penggunaan air dan cocok untuk lahan kering atau marjinal.

Pemupukan susulan pertama diberikan saat jewawut berumur 14 hingga 21 hari setelah tanam (HST) pada awal fase vegetatif. Fokus pemberian pupuk pada fase ini adalah unsur nitrogen untuk memacu pertumbuhan batang dan perakaran yang kuat. Aplikasi dilakukan dengan membuat larikan atau lubang di samping barisan tanaman berjarak 5 cm, lalu ditutup kembali dengan tanah agar pupuk tidak menguap atau tererosi air.

Memasuki fase generatif pada umur 35 hingga 45 HST, jewawut membutuhkan tambahan pupuk susulan kedua yang kaya akan unsur fosfat dan kalium. Unsur fosfat mempercepat pembentukan malai, sedangkan kalium berfungsi menguatkan dinding sel batang agar tanaman tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang di musim hujan. Pengisian bulir jewawut akan jauh lebih padat dan bernas jika kebutuhan kalium terpenuhi dengan baik pada fase ini.

Pada musim kemarau, pemupukan sebaiknya disertai dengan penyiraman secukupnya agar pupuk terlarut dan mudah diserap oleh akar. Sebaliknya, saat musim hujan, hindari pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan karena dapat memicu serangan jamur dan membuat batang terlalu sukulen. Dengan manajemen pupuk jewawut yang tepat, tanaman siap dipanen pada umur 75 hingga 90 HST dengan rendemen bulir yang memuaskan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengolahan tanah secara sempurna dan sebarkan pupuk organik matang 7 hingga 10 hari sebelum benih ditanam.
  2. Berikan pupuk susulan pertama pada umur 14-21 HST di samping barisan tanaman untuk memicu pertumbuhan vegetatif.
  3. Aplikasikan pupuk susulan kedua pada umur 35-45 HST dengan fokus unsur fosfat dan kalium sebelum malai keluar.
  4. Lakukan penyiraman pasca-pemupukan pada musim kemarau atau penyiangan gulma bersamaan dengan pemupukan di musim hujan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jewawut bisa tumbuh subur hanya dengan pupuk organik?

Bisa, jewawut tergolong tanaman yang sangat efisien memanfaatkan hara. Penggunaan kompos matang secara konsisten mampu menghasilkan bulir yang bernas.

Kapan waktu terbaik dalam sehari untuk memupuk jewawut?

Pemupukan paling efektif dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 3 saat suhu tanah relatif sejuk.

Mengapa jewawut saya mudah rebah sebelum panen?

Penyebab utamanya adalah kelebihan pupuk nitrogen atau kekurangan kalium yang membuat batang menjadi lembek dan tidak kokoh.

Berapa kali pemupukan susulan ideal untuk jewawut?

Pemupukan susulan idealnya dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 14-21 HST dan umur 35-45 HST.

Lebih lanjut tentang Jewawut

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.