Panduan Cara dan Waktu Panen Jewawut yang Tepat untuk Hasil Maksimal

Panen jewawut yang tepat dilakukan saat 80 persen bulir dalam malai telah menguning kecokelatan dan mengeras.

Jawaban singkat

Jewawut (Setaria italica) memasuki masa siap panen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung varietas dan ketinggian wilayah tanam di Indonesia. Tanda utama jewawut siap dipanen terlihat dari perubahan warna malai, di mana sekitar 80 sampai 90 persen bulir telah berwarna kuning keemasan atau cokelat terang, daun bagian bawah mulai menguning dan mengering, serta tekstur biji terasa keras saat digigit.

Ringkas: Jewawut

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedikit hingga sedang, sangat tahan kekeringan
Musim
Awal musim kemarau / akhir musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat efisien dalam penggunaan air dan cocok untuk lahan kering atau marjinal.

Proses pemanenan jewawut sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat embun telah mengering, sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, untuk mencegah kerontokan bulir secara berlebihan. Pemotongan malai dilakukan menggunakan sabit tajam atau ani-ani pada jarak 10 sampai 15 sentimeter di bawah pangkal malai. Pastikan alat yang digunakan bersih agar tidak menularkan cendawan atau mikroba pembusuk ke tanaman.

Setelah malai dipotong, lakukan penjemuran di atas terpal bersih di bawah sinar matahari langsung selama 3 sampai 5 hari berturut-turut. Pengeringan ini bertujuan mereduksi kadar air biji dari sekitar 25 persen hingga mencapai kadar air aman simpan sebesar 12 sampai 14 persen. Malai perlu dibalik 2 sampai 3 kali sehari agar proses pengeringan merata dan mencegah timbulnya jamur.

Langkah akhir pascapanen adalah perontokan biji dengan cara meremas malai atau memukulnya secara perlahan di dalam karung, diikuti proses pembersihan dari sekam dan kotoran menggunakan tampah atau blower. Simpan biji jewawut yang telah bersih di dalam wadah kedap udara atau karung plastik tebal di ruangan bersuhu 25 hingga 28 derajat Celsius dengan kelembapan rendah agar tahan disimpan hingga lebih dari 1 tahun.

Langkah-langkah

  1. Periksa kematangan fisik tanaman dengan memastikan 80 hingga 90 persen bulir pada malai sudah menguning kecokelatan dan bijinya mengeras.
  2. Potong malai jewawut menggunakan sabit tajam atau ani-ani sekitar 10 hingga 15 sentimeter di bawah pangkal malai pada pagi hari.
  3. Jemur malai jewawut di atas terpal di bawah sinar matahari langsung selama 3 hingga 5 hari hingga kadar air mencapai 12 sampai 14 persen.
  4. Rontokkan bulir dari malai secara manual, bersihkan dari sekam serta kotoran dengan tampah, lalu simpan dalam wadah kedap udara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa umur panen tanaman jewawut?

Jewawut umumnya dapat dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi iklim setempat.

Bagaimana cara mengetahui biji jewawut sudah cukup kering untuk disimpan?

Biji jewawut sudah cukup kering jika terasa sangat keras saat digigit dan kadar airnya telah mencapai 12 sampai 14 persen.

Apakah panen jewawut bisa dilakukan saat musim hujan?

Bisa, namun pengeringan harus dibantu dengan mesin pengering atau diangin-anginkan di area terlindung agar biji tidak berjamur.

Mengapa malai jewawut harus dipotong 10 sampai 15 cm di bawah pangkal?

Panjang tangkai tersebut memudahkan pengikatan malai saat dijemur serta mempermudah pegangan saat proses perontokan.

Lebih lanjut tentang Jewawut

Panduan terkait

Panen, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.