Cara Merawat Jewawut Agar Subur dan Berhasil Panen

Perawatan jewawut agar subur berfokus pada penjarangan bibit sejak dini, penyiangan gulma berkala, dan pengelolaan pengairan yang tepat di iklim tropis.

Jawaban singkat

Jewawut (Setaria italica) merupakan tanaman pangan lokal tahan kekeringan yang membutuhkan perawatan tepat sejak fase awal tumbuh. Penjarangan bibit dilakukan saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam (HST) dengan menyisakan jarak 15-20 cm antar tanaman agar batang tumbuh kokoh dan tidak berebut nutrisi.

Ringkas: Jewawut

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedikit hingga sedang, sangat tahan kekeringan
Musim
Awal musim kemarau / akhir musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat efisien dalam penggunaan air dan cocok untuk lahan kering atau marjinal.

Pemupukan berimbang sangat menentukan kesuburan dan pembentukan bulir jewawut. Berikan pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5-10 ton per hektar saat pengolahan tanah, diikuti pemupukan susulan nitrogen dan kalium pada usia 21 HST dan 45 HST saat fase pembentukan malai.

Pengairan jewawut terbilang hemat karena tanaman ini efisien dalam penggunaan air. Pada musim kemarau, penyiraman cukup dilakukan 1-2 kali seminggu hingga kondisi tanah lembap namun tidak tergenang, sedangkan pada musim hujan dipastikan drainase lahan lancar untuk mencegah kebusukan akar.

Penyiangan gulma wajib dilakukan 2 kali selama masa tanam, yaitu pada umur 15 HST dan 30 HST. Mengendalikan gulma sebelum jewawut berbunga mencegah kompetisi hara serta menekan risiko serangan hama serangga dan burung menjelang panen pada umur 75-90 HST.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penjarangan tanaman pada umur 10-14 HST dengan menyisakan 1-2 tanaman terbaik per lubang atau berjarak 15-20 cm.
  2. Bersihkan gulma di sekitar pangkal batang dan lakukan pembumbunan tanah pada usia 15 HST dan 30 HST untuk memperkuat perakaran.
  3. Berikan pupuk susulan organik atau anorganik sesuai fase vegetatif pada 21 HST dan fase generatif pada 45 HST untuk mengoptimalkan pembentukan malai.
  4. Atur saluran irigasi agar lahan tidak tergenang air saat musim hujan dan lakukan penyiraman 1-2 kali seminggu pada musim kemarau.
  5. Pasang jaring pelindung atau alat penghalau burung saat malai mulai berisi dan menguning pada umur 60-75 HST.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali jewawut perlu disiram dalam seminggu?

Pada musim kemarau, cukup siram 1-2 kali seminggu. Jewawut sangat tahan kekeringan dan tidak menyukai tanah yang tergenang air.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemupukan susulan pada jewawut?

Pemupukan susulan dilakukan dua kali, yaitu pada umur 21 HST untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan umur 45 HST saat pembentukan malai.

Mengapa tanaman jewawut saya tumbuh kerdil dan daunnya menguning?

Hal ini umumnya disebabkan oleh populasi tanaman yang terlalu padat, kompetisi gulma, atau kekurangan unsur hara nitrogen pada masa awal pertumbuhan.

Bagaimana cara mencegah serangan burung pada jewawut?

Pasang jaring pelindung di atas pertanaman atau gunakan pita berkilau dan orang-orangan sawah saat malai memasuki fase pengisian biji pada umur 60 HST ke atas.

Berapa umur jewawut hingga siap dipanen?

Jewawut umumnya siap dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi cuaca di lokasi tanam.

Lebih lanjut tentang Jewawut

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.