Pemupukan berimbang sangat menentukan kesuburan dan pembentukan bulir jewawut. Berikan pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5-10 ton per hektar saat pengolahan tanah, diikuti pemupukan susulan nitrogen dan kalium pada usia 21 HST dan 45 HST saat fase pembentukan malai.
Pengairan jewawut terbilang hemat karena tanaman ini efisien dalam penggunaan air. Pada musim kemarau, penyiraman cukup dilakukan 1-2 kali seminggu hingga kondisi tanah lembap namun tidak tergenang, sedangkan pada musim hujan dipastikan drainase lahan lancar untuk mencegah kebusukan akar.
Penyiangan gulma wajib dilakukan 2 kali selama masa tanam, yaitu pada umur 15 HST dan 30 HST. Mengendalikan gulma sebelum jewawut berbunga mencegah kompetisi hara serta menekan risiko serangan hama serangga dan burung menjelang panen pada umur 75-90 HST.