Ciri fisik utama suweg siap panen adalah daun mulai menguning, layu, dan batang utama rebah ke tanah. Ini menandakan umbi telah berhenti tumbuh dan kandungan pati maksimal. Jangan terburu-buru memanen saat daun masih hijau karena umbi belum optimal. Pada musim kemarau, panen lebih mudah karena tanah kering dan umbi tidak mudah busuk.
Cara panen: gali tanah di sekeliling batang dengan cangkul atau garpu tanah secara hati-hati agar umbi tidak terluka. Angkat umbi beserta akarnya, lalu bersihkan tanah yang menempel. Hindari memotong umbi karena luka bisa jadi jalan masuk penyakit. Setelah dipanen, umbi diangin-anginkan di tempat teduh selama 1-2 hari sebelum disimpan atau diolah.
Hasil panen suweg bervariasi, rata-rata 5-10 kg per tanaman. Umbi yang baik memiliki berat 1-3 kg, tekstur padat, dan tidak berlubang. Setelah panen, umbi bisa disimpan di tempat kering dan sejuk hingga 3 bulan. Untuk bibit, pilih umbi berukuran 200-500 gram yang sehat dan simpan di media pasir lembab.