Panduan Pemupukan Ubi Wilis (Dioscorea alata) yang Tepat

Pemupukan ubi wilis yang tepat meningkatkan hasil umbi hingga 30% dengan aplikasi pupuk organik dan anorganik sesuai fase pertumbuhan.

Jawaban singkat

Ubi wilis (Dioscorea alata) merupakan tanaman umbi-umbian potensial di Indonesia, cocok ditanam sepanjang tahun di lahan kering maupun sawah tadah hujan. Pemupukan berimbang sangat menentukan kualitas dan kuantitas umbi. Kebutuhan hara utama: nitrogen (N) untuk pertumbuhan daun, fosfor (P) untuk perkembangan akar dan umbi, serta kalium (K) untuk pengisian umbi. Dosis pupuk disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi tanah setempat.

Ringkas: Ubi Wilis

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam matahari langsung per hari)
Penyiraman
Siram setiap hari saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan, panen 8-10 bulan setelah tanam
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tahan terhadap kekeringan setelah akar kuat, tetapi hasil optimal dengan penyiraman teratur

Pemupukan dasar dilakukan saat pengolahan tanah. Gunakan pupuk kandang matang 10-15 ton per hektar (1-1,5 kg per lubang tanam) dicampur merata dengan tanah. Tambahkan 100-150 kg SP-36 per hektar sebagai sumber fosfor. Pupuk kandang memperbaiki struktur tanah dan menyediakan hara mikro. Hindari pupuk kandang segar karena dapat membakar akar muda.

Pemupukan susulan pertama diberikan pada umur 1 bulan setelah tanam (MST). Gunakan 50 kg Urea + 50 kg KCl per hektar, diaplikasikan dengan cara ditugal sedalam 5-10 cm di sekitar tanaman lalu ditutup tanah. Pemupukan susulan kedua pada umur 3-4 MST (saat pembentukan umbi) dengan 75 kg Urea + 100 kg KCl per hektar. Pada umur 5-6 MST, jika daun mulai menguning, berikan 50 kg Urea per hektar sebagai pupuk tambahan. Seluruh dosis pupuk anorganik disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan hasil uji tanah.

Pemupukan berlebihan, terutama nitrogen, menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan dan umbi kecil. Sebaliknya, kekurangan kalium menghambat pengisian umbi. Untuk hasil optimal, lakukan pengapuran jika pH tanah <5,5 menggunakan dolomit 1-2 ton per hektar, diaplikasikan 2 minggu sebelum tanam. Pemupukan juga perlu diimbangi dengan penyiraman cukup, terutama pada musim kemarau. Dengan pemupukan tepat, ubi wilis dapat dipanen pada umur 7-8 bulan dengan hasil rata-rata 20-30 ton per hektar.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah atau konsultasi dengan BPP setempat untuk mengetahui status hara tanah sebelum tanam.
  2. Aplikasikan pupuk kandang 10-15 ton/ha (1-1,5 kg/lubang) dan SP-36 100-150 kg/ha sebagai pupuk dasar saat olah tanah.
  3. Berikan pupuk susulan pertama (50 kg Urea + 50 kg KCl/ha) pada umur 1 bulan setelah tanam dengan cara ditugal.
  4. Berikan pupuk susulan kedua (75 kg Urea + 100 kg KCl/ha) pada umur 3-4 bulan setelah tanam, dan tambahan 50 kg Urea/ha jika daun mulai menguning pada umur 5-6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk ubi wilis?

Pupuk dasar diberikan saat tanam, susulan pertama umur 1 bulan, susulan kedua umur 3-4 bulan, dan tambahan jika perlu pada umur 5-6 bulan.

Berapa dosis pupuk kandang untuk ubi wilis per lubang tanam?

1-1,5 kg pupuk kandang matang per lubang tanam, dicampur rata dengan tanah.

Apa akibat kelebihan pupuk nitrogen pada ubi wilis?

Pertumbuhan daun berlebihan, umbi kecil, dan tanaman rentan rebah.

Bisakah pupuk kimia diganti dengan pupuk organik saja?

Bisa, tetapi hasil umbi biasanya lebih rendah. Kombinasi organik dan anorganik lebih dianjurkan untuk hasil optimal.

Apakah perlu pengapuran sebelum menanam ubi wilis?

Ya, jika pH tanah <5,5. Berikan dolomit 1-2 ton/ha, 2 minggu sebelum tanam.

Bagaimana cara mengatasi daun ubi wilis yang menguning?

Kuning bisa karena kekurangan nitrogen atau air. Jika tanah kering, siram; jika tidak, beri pupuk Urea 50 kg/ha.

Lebih lanjut tentang Ubi Wilis

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.