Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun yang menguning dimulai dari daun tua bagian bawah, dengan tulang daun tetap hijau pada defisiensi Mg, atau seluruh daun pucat merata pada defisiensi N. Solusinya: beri pupuk kandang matang 2-3 kg per tanaman setiap 2 bulan, atau semprot pupuk daun yang mengandung N dan Mg setiap 1-2 minggu sesuai dosis pada label.
Penyebab lain adalah serangan hama seperti kutu daun (Aphis spp.) atau tungau merah. Kutu daun biasanya berada di pucuk daun dan mengeluarkan embun madu, sedangkan tungau merah menyebabkan daun berbintik kuning dan seperti terbakar. Semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (2-3 genggam daun direbus dalam 5 liter air) atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi. Jangan gunakan pestisida kimia tanpa konsultasi dengan penyuluh setempat.
Penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) juga bisa menyebabkan daun menguning mendadak, sering diikuti layu dan busuk batang. Penyakit ini sulit diobati; cabut dan bakar tanaman sakit, lalu jangan tanam ubi di lahan yang sama selama 2-3 musim. Pastikan drainase baik dan gunakan bibit sehat bersertifikat. Jika gejala terus berlanjut, bawa sampel daun dan tanah ke BPP setempat untuk diagnosis laboratorium.