Hama utama suweg antara lain ulat grayak (Spodoptera litura), kutu daun (Aphis gossypii), dan tungau merah (Tetranychus sp.). Ulat grayak menyerang daun dengan meninggalkan lubang tidak beraturan. Kutu daun menghisap cairan daun sehingga daun menguning dan keriting. Tungau merah menyebabkan bercak kuning pada permukaan daun atas.
Pengendalian dapat dimulai dengan rotasi tanaman dan pembersihan gulma. Untuk ulat grayak, kumpulkan dan musnahkan telur serta ulat yang terlihat. Semprot dengan air sabun atau ekstrak daun nimba (3-5 kg daun segar direndam 10 liter air semalam) untuk kutu daun dan tungau. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh untuk rekomendasi pestisida nabati atau kimia yang aman.
Pencegahan lebih baik dengan menjaga kelembaban tidak terlalu tinggi, jarak tanam 80x80 cm, dan pemupukan berimbang (misal 100 kg urea/hektar, 50 kg SP36, 75 kg KCl). Pantau tanaman setiap minggu, terutama saat musim kemarau yang memicu ledakan hama.