Penyakit Tanaman Gowok: Gejala dan Cara Mengobatinya

Mengenali gejala penyakit utama pada pohon gowok dan langkah penanganannya sangat penting untuk menjaga kebugaran tanaman serta kualitas buahnya.

Jawaban singkat

Pohon gowok atau kapa-kapa (Syzygium polycephalum) merupakan tanaman buah asli Indonesia yang cukup tahan banting, namun tetap rentan terhadap serangan penyakit jamur dan bakteri, terutama saat kelembapan udara meningkat tinggi pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret. Curah hujan yang tinggi disertai drainase buruk sering memicu timbulnya infeksi patogen tanah maupun daun yang mengganggu proses fotosintesis dan pembentukan buah.

Ringkas: Gowok

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, 1-2 kali sehari saat bibit muda dan 2 hari sekali saat kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Penyiraman teratur pada masa pembungaan sangat penting untuk mencegah kerontokan calon buah gowok.

Salah satu masalah utama yang paling sering dijumpai adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum. Penyakit ini menyerang daun muda serta buah gowok yang sedang berkembang, ditandai dengan bercak melingkar berwarna cokelat kehitaman yang perlahan membesar dan menyebabkan buah membusuk sebelum matang. Untuk menekan perkembangannya, pemangkasan pemeliharaan sebanyak 20 hingga 30 persen ranting yang terlalu rapat perlu dilakukan secara berkala guna membiarkan sinar matahari menembus bagian dalam tajuk pohon.

Penyakit busuk akar dan pangkal batang yang dipicu oleh Phytophthora juga sering mengintai pohon gowok yang ditanam di lahan tergenang. Gejala awalnya terlihat dari daun-daun tua yang menguning secara bersamaan dan gugur prematur, diikuti oleh kulit batang bagian bawah yang tampak basah, gelap, serta mengeluarkan lendir kecokelatan. Penanganan masalah ini membutuhkan perbaikan struktur tanah melalui pembuatan parit drainase sedalam 30 hingga 40 sentimeter di sekitar piringan tajuk.

Pada musim kemarau antara bulan April hingga Oktober, tanaman gowok kerap diselimuti lapisan hitam tebal menyerupai jelaga yang dikenal sebagai embun jelutong. Penyakit ini sebenarnya tumbuh sekunder di atas cairan embun madu yang dikeluarkan oleh hama kutu putih atau kutu daun. Pembersihan permukaan daun menggunakan semprotan air bertekanan sedang yang dicampur sabun cuci piring lembut dosis ringan satu kali seminggu efektif meluruhkan lapisan jelaga tersebut sekaligus mengusir hamanya.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum sp.)

Ciri: Bercak Cokelat Kehitaman Berbentuk Cincin Pada Daun Muda Dan Buah, Menyebabkan Buah Keriput Dan Gugur Prematur.

Solusi: Pangkas Ranting Yang Tertutupi Tajuk, Kumpulkan Dan Bakar Daun Serta Buah Yang Gugur Di Luar Area Kebun.

Busuk Akar dan Pangkal Batang (Phytophthora sp.)

Ciri: Daun Menguning Dan Layu Serentak, Kulit Batang Bawah Menonjol Basah Berwarna Gelap Dan Mengeluarkan Lendir.

Solusi: Buat Saluran Drainase Agar Air Tidak Tergenang, Keruk Tanah Yang Terinfeksi Lalu Taburkan Agens Hayati Trichoderma.

Embun Jelutong (Sooty Mold)

Ciri: Lapisan Hitam Seperti Jelaga Menutupi Permukaan Atas Daun, Disertai Kehadiran Kutu Dompolan Atau Kutu Daun.

Solusi: Kendalikan Hama Kutu Vektornya Menggunakan Semprotan Minyak Mimba Atau Air Sabun, Serta Pangkas Cabang Yang Terlalu Rimbun.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi kebun secara rutin dengan membuang daun, ranting, dan buah gowok yang terserang penyakit ke tempat pembakaran.
  2. Pangkas tajuk bagian dalam pohon untuk meningkatkan sirkulasi udara dan memastikan intensitas cahaya matahari masuk maksimal.
  3. Perbaiki sistem saluran air di sekeliling pohon agar tanah di area perakaran tidak becek atau tergenang saat hujan deras.
  4. Aplikasikan pupuk organik yang diperkaya jamur antagonis Trichoderma ke dalam tanah di sekitar perakaran untuk menekan patogen tular tanah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pohon gowok yang terserang antraknosa buahnya masih aman dikonsumsi?

Bagian buah yang belum membusuk atau belum berubah warna masih aman dikonsumsi, namun rasanya mungkin kurang manis dan kualitas teksturnya menurun.

Kapan waktu terbaik memangkas pohon gowok untuk mencegah penyakit?

Pemangkasan paling baik dilakukan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau agar luka pangkasan cepat kering terpapar sinar matahari.

Mengapa daun gowok saya tiba-tiba melipat dan penuh lapisan tebal berwarna hitam?

Kondisi tersebut disebabkan oleh serangan embun jelutong yang tumbuh subur di atas kotoran manis hama kutu daun atau kutu putih.

Apakah pupuk kandang mentah bisa memicu penyakit pada pohon gowok?

Ya, pupuk kandang yang belum terdekomposisi sempurna masih mengandung banyak spora jamur patogen dan dapat memicu pembusukan akar.

Lebih lanjut tentang Gowok

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.