Saat pohon memasuki fase generatif atau siap berbuah pada usia 4 tahun ke atas, fokus pemupukan bergeser ke unsur fosfor dan kalium. Taburkan pupuk majemuk NPK seimbang atau pupuk tinggi P dan K di sepanjang jalur lingkaran tajuk tanaman (dripline) dengan membuat parit melingkar sedalam 15 hingga 20 cm. Berikan dosis bertahap sebanyak 500 gram hingga 1 kg per pohon setiap 4 bulan sekali untuk memicu pembungaan yang serempak.
Pengaturan pola pemupukan sangat bergantung pada kondisi cuaca harian di Indonesia. Memasuki musim hujan, pupuk kecapi harus dibenamkan ke dalam tanah lalu ditutup kembali agar hara tidak hanyut oleh erosi air hujan. Sebaliknya pada musim kemarau antara bulan Juni hingga September, kurangi pemberian pupuk kimia kering dan utamakan pemberian mulsa organik tebal 5 sampai 10 cm disertai penyiraman berkala agar akar tidak mengalami dehidrasi.
Selain makro, tanaman kecapi memerlukan pembenah tanah seperti kapur pertanian (dolomit) jika pH tanah berada di bawah 5.5. Taburkan 1 sampai 2 kg dolomit per pohon setiap dua tahun sekali pada jeda waktu satu bulan sebelum pemupukan rutin. Hal ini memastikan penyerapan pupuk kecapi bekerja maksimal, mencegah kerontokan bunga, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama.