Penyiraman menjadi kunci utama pada fase vegetatif awal, terutama saat memasuki musim kemarau antara bulan Juli hingga Oktober di Indonesia. Pohon muda memerlukan pasokan air sebanyak 10 hingga 15 liter per pohon yang diberikan dua kali seminggu, sedangkan pada musim hujan penyiraman dapat dihentikan total. Untuk menjaga kelembapan area perakaran di musim kemarau, beri lapisan mulsa jerami atau daun kering setebal 5 hingga 10 cm di sekeliling piringan pohon dengan jarak 10 cm dari batang utama.
Pemupukan lanjutan dilakukan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan (November) dan akhir musim hujan (April). Berikan pupuk organik sebanyak 20 kg per pohon matang yang ditabur melingkar sesuai garatan tajuk terluar, dilanjutkan dengan pemberian pupuk NPK berimbang sebanyak 250 hingga 500 gram untuk pohon muda dan 1 hingga 2 kg untuk pohon dewasa. Pembuat parit dangkal sedalam 10 cm di sekeliling tajuk sangat dianjurkan sebagai tempat penimbunan pupuk agar tidak hanyut terbawa air hujan.
Pemangkasan pemeliharaan wajib dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan sekali untuk menjaga sirkulasi udara dan memastikan penetrasi cahaya matahari mencapai 80 hingga 100 persen ke dalam interior tajuk. Potong tunas air yang tumbuh vertikal di cabang utama, dahan yang bersilangan, serta cabang yang kering atau terserang penyakit. Pemangkasan bentuk ini juga merangsang munculnya tunas-tunas generatif baru yang menjadi tempat tumbuhnya bunga dan buah kecapi secara melimpah.