Penentuan waktu panen kecapi yang presisi sangat krusial karena buah yang dipetik terlalu muda akan terasa sangat asam dan sepet. Ciri fisik buah kecapi siap panen meliputi perubahan warna kulit dari hijau tua menjadi kuning keemasan penuh, tekstur kulit yang sedikit melunak saat ditekan lembut, serta munculnya aroma wangi yang khas. Buah yang matang sempurna memiliki diameter sekitar 5 hingga 8 sentimeter dengan berat rata-rata 150 hingga 300 gram per butir.
Pelaksanaan panen kecapi harus dilakukan secara hati-hati mengingat tajuk pohon kecapi dapat mencapai ketinggian 15 hingga 30 meter. Petani disarankan menggunakan galah bambu yang dilengkapi kantong jaring atau kain di ujungnya serta pisau pemotong kecil, guna memotong tangkai buah sepanjang 1 hingga 2 sentimeter. Hindari memanjat tanpa pengaman atau menggoyang dahan hingga buah jatuh ke tanah, karena benturan keras akan merusak daging buah bagian dalam dan mempercepat pembusukan.
Penanganan pascapanen dimulai dengan menyortir buah kecapi berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan di tempat yang teduh bersuhu 25 sampai 30 derajat Celsius. Buah dipak dalam keranjang bambu atau peti kayu yang dilapisi jerami kering atau kertas koran bekas untuk mencegah gesekan antarbuah selama pengangkutan. Dalam kondisi suhu ruang, buah kecapi segar dapat bertahan kualitasnya selama 4 hingga 7 hari sebelum konsumsi atau distribusi ke pasar lokal.