Kekurangan hara nitrogen dan magnesium menjadi salah satu penyebab utama daun kecapi tua berubah warna menjadi kuning pucat secara merata. Pada tanah latosol atau podsolik yang terkeruk erosi, pemberian pupuk kompos matang sebanyak 10 hingga 20 kilogram per pohon yang dikombinasikan dengan pemupukan hara makro seimbang sebanyak dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan bulan Oktober dan akhir musim hujan bulan April, dapat mengembalikan kesuburan tanah dan menghijaukan kembali daun kecapi.
Masalah drainase buruk dan genangan air selama musim hujan bercurah tinggi juga sering menyebabkan akar halus kecapi membusuk akibat kekurangan oksigen. Ketika tanah di sekitar piringan pohon tergenang air lebih dari 24 jam secara terus-menerus, penyerapan hara terhenti sehingga daun bawah menguning dan gugur secara massal. Pembuatan saluran drainase melingkar di luar tajuk pohon dengan kedalaman 30 sentimeter sangat efektif untuk mengalirkan kelebihan air hujan.
Selain faktor lingkungan dan nutrisi, serangan hama pengisap seperti tungau dan kutu perisai serta infeksi jamur daun dapat memicu bercak kuning tidak teratur pada tajuk kecapi. Pemangkasan pemeliharaan untuk menipiskan cabang yang terlalu rapat hingga sinar matahari dapat menembus 20 sampai 30 persen bagian dalam tajuk akan menurunkan kelembapan mikro, sekaligus menekan populasi hama dan spora jamur secara alami.