Pada fase vegetatif (TBM), fokus pemupukan adalah mempercepat pertumbuhan perakaran, pelepah daun, dan pembentukan anakan produktif. Lakukan pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 kg per rumpun setiap tahunnya, yang dibagi dalam dua kali aplikasi pada awal dan akhir musim hujan. Selain itu, berikan pupuk anorganik NPK dengan nisbah N tinggi setiap 3 sampai 4 bulan sekali untuk memacu vegetatif tanaman.
Memasuki fase generatif (TM), kebutuhan unsur Fosfor (P) dan Kalium (K) meningkat drastis untuk memicu pembungaan dan meningkatkan kadar gula serta kepadatan daging buah. Berikan pupuk organik terdekomposisi sebanyak 20 hingga 30 kg per rumpun per tahun pada awal musim hujan di bulan Oktober atau November. Dampingi dengan pupuk majemuk kaya Kalium yang diaplikasikan sebanyak 3 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan jelang awal musim kemarau.
Teknik pengaplikasian pupuk yang paling efektif dilakukan dengan membuat parit melingkar atau rorak di sekeliling rumpun salak pada jarak 50 sampai 75 cm dari pangkal batang dengan kedalaman 10 hingga 15 cm. Setelah pupuk ditaburkan secara merata di dalam parit, segera tutup kembali dengan tanah dan lakukan penyiraman secukupnya jika tidak ada hujan. Hindari menumpuk pupuk langsung di pangkal batang untuk mencegah pembusukan pelepah dan serangan hama pelubang akar.





