Untuk membedakan penyebabnya, perhatikan pola kuning pada pelepah. Jika warna kuning dimulai dari ujung daun tua lalu mengering perlahan, hal tersebut menandakan cekaman air akibat kekeringan. Namun, jika seluruh helai daun muda hingga tua menguning merata tanpa bercak hitam, tanaman mengalami defisiensi hara Nitrogen atau Kalium. Pada musim kemarau panjang, penyerapan hara oleh akar terhenti karena media tanah yang terlalu kering.
Selain faktor fisiologis, serangan hama seperti tungau merah dan kutu putih sering meningkat pesat ketika curah hujan berada di bawah 100 mm per bulan. Hama ini mengisap cairan pelepah sehingga timbul bintik-bintik kuning yang menyatu hingga pelepah tampak meranggas. Jika dibiarkan lebih dari 14 hari, tanaman salak akan kehilangan daya fotosintesis dan berisiko menggugurkan bakal buah yang sedang berkembang.
Penanganan daun salak kuning memerlukan penyiraman rutin sebanyak 20 hingga 30 liter per rumpun setiap 2 sampai 3 hari sekali selama musim kemarau. Penambahan mulsa organik setebal 10 hingga 15 cm di sekitar piringan tanaman sangat efektif menahan penguapan air tanah. Kombinasikan langkah ini dengan pemangkasan pelepah tua yang telah menguning lebih dari 70 persen untuk menghemat energi tanaman.





