Serangan pada fase pembentukan buah sering kali disebabkan oleh kumbang penggerek dan kutu putih, terutama saat transisi dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba. Kumbang dewasa bertelur di celah sisa seludang bunga, lalu larvanya menggerek daging buah muda hingga berlubang dan membusuk. Sanitasi kebun dengan memangkas 2 sampai 3 pelepah tua per rumpun secara berkala dapat menurunkan kelembapan mikro yang disukai hama ini.
Hama mamalia seperti tikus pohon dan babi hutan menjadi ancaman berat terutama pada puncak musim kemarau saat pasokan makanan alami di area sekitar kebun menyusut. Tikus dapat merusak 10 sampai 20 kg buah salak per hektar setiap minggunya jika piringan tanaman dibiarkan kotor. Pembersihan gulma dalam radius 1,5 meter dari pangkal batang dan pemasangan pemagaran bambu rapat efektif membatasi pergerakan hama mamalia.
Pengendalian hayati dan pemangkasan sanitasi merupakan kunci utama menjaga produktivitas salak tetap stabil pada kisaran 15 sampai 20 ton per hektar per tahun. Pembungkusan tandan buah muda dengan kantong berlubang saat berumur 1,5 bulan setelah penyerbukan terbukti menurunkan tingkat kerusakan buah akibat serangan hama hingga di bawah 5% tanpa mengganggu pembesaran buah.





