Untuk mendiagnosis penyebab spesifik, pekebun harus membedakan antara gejala kekurangan air murni dan gangguan biologis. Jika layu terjadi serentak pada satu blok kebun dengan ciri tanah mengering dan retak, penyebab utamanya adalah kecukupan air. Tanaman salak dewasa membutuhkan penyiraman sebanyak 20 hingga 30 liter per rumpun yang diberikan setiap 2 hingga 3 hari sekali selama periode kering agar kelembapan zona perakaran tetap terjaga.
Penyebab lain yang sering mengecoh adalah serangan jamur Fusarium oxysporum dan nematoda akar, atau hama penggerek umbi. Serangan patogen ditandai dengan layu pada satu atau dua rumpun saja meskipun tanah di sekitarnya cukup lembap. Pembelahan umbi salak yang terserang akan memperlihatkan jaringan pembuluh berwarna cokelat tua kemerahan, disertai timbulnya aroma busuk khas pada pangkal batang.
Penanganan salak layu memerlukan kombinasi teknik budidaya yang tepat. Aplikasi mulsa organik dari pelepah salak tua atau jerami setebal 10 hingga 15 sentimeter melingkari area perakaran radius 50 sentimeter sangat efektif menahan penguapan air. Pemangkasan pelepah kering dan pemberian pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per rumpun tiap awal musim kemarau membantu menjaga struktur tanah tetap remah dan responsif terhadap penyiraman.





