Ciri awal kelainan ini ditandai dengan daun rumpun salak yang menguning mulai dari pelepah bagian bawah, pertumbuhan pupus muda terhenti, serta penurunan pembentukan seludang bunga secara signifikan. Jika pangkal batang digali setinggi 10 hingga 15 sentimeter, akar serabut yang sehat berwarna cokelat muda berubah menjadi hitam, lunak, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat saat dipijat.
Penanganan pertama mencakup pembersihan gulma di sekitar piringan tanaman seluas radius 1,5 meter dari pangkal batang dan pembuatan parit drainase penuntun setinggi 30 hingga 50 sentimeter di antara barisan tanaman. Pengurangan intensitas naungan hingga 30 persen melalui pemangkasan dahan pohon pelindung sangat efektif meningkatkan penetrasi sinar matahari ke permukaan tanah kebun salak.
Aplikasi bahan organik terdekomposisi sempurna yang diperkaya agens hayati Trichoderma spp. sebanyak 5 hingga 10 kilogram per rumpun disarankan untuk memulihkan struktur tanah dan menekan populasi patogen. Jika infeksi berlanjut, pemangkasan pelepah tua serta pembuangan akar busuk harus dilakukan secara hati-hati lalu ditimbun jauh dari areal pertanaman.





