Ciri utama pir yang siap dipanen adalah perubahan warna kulit dari hijau tua gelap menjadi hijau muda keemasan atau kekuningan, serta bintik pori kulit (lentisel) yang berubah warna menjadi kecokelatan. Anda juga bisa melakukan uji miring sederhana: angkat buah pir mendatar hingga membentuk sudut 90 derajat terhadap cabang; jika buah terlepas dengan mudah dari kayu buah tanpa merusak tangkainya, maka pir sudah siap dipetik.
Proses pemetikan panen pir harus dilakukan secara manual satu per satu menggunakan tangan yang dilapisi sarung tangan kain lembut. Hindari menarik atau memutar buah secara paksa karena dapat merusak tajuk bunga dan kayu buah pembawa tunas untuk musim berikutnya. Tempatkan hasil panen di dalam keranjang berlapis busa dengan kapasitas maksimal 10 sampai 15 kilogram agar buah di lapisan bawah tidak memar akibat tekanan.
Pascapanen, buah pir yang baru dipetik masih bertekstur keras dan belum mencapai rasa manis maksimal. Lakukan proses pemeraman atau kondisioning pada suhu ruang sekitar 18 hingga 22 derajat Celsius selama 3 sampai 7 hari. Pemeraman ini akan mengubah pati menjadi gula alami secara perlahan, menghasilkan tekstur daging buah yang juicy, renyah, dan beraroma harum khas pir.