Pola penyiraman harus disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi musim. Bibit pir muda yang baru ditanam memerlukan penyiraman rutin 2 kali sehari, yaitu pada pagi jam 07.00 dan sore jam 16.00, dengan volume 5 hingga 10 liter air per pohon. Memasuki musim kemarau antara bulan April hingga September, tanah di sekitar piringan tajuk perlu ditutup mulsa organik setebal 5 hingga 10 cm untuk menjaga kelembapan perakaran.
Pemupukan teratur menjadi kunci utama agar pohon pir tumbuh subur dan cepat berbuah. Berikan pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 4 bulan sekali. Tambahkan pupuk anorganik NPK seimbang secara melingkar sejajar kanopi tanaman setiap 3 bulan sekali untuk memenuhi kebutuhan hara makro dan mikro secara konsisten sepanjang tahun.
Teknik pemangkasan pemeliharaan dan perontokan daun (defoliasi) secara manual sangat diperlukan di daerah tropis untuk memicu fase dormansi buatan. Pemangkasan cabang yang tidak produktif atau bersilangan dilakukan 2 kali semahun setelah masa panen. Langkah ini bertujuan membuka penetrasi sinar matahari ke bagian dalam kanopi serta merangsang munculnya tunas bunga baru yang serempak.