Serangan hama pir paling sering memuncak pada masa peralihan musim hujan ke kemarau (pancaroba) dan pertengahan musim kemarau saat kelembapan berada di angka 60 hingga 70 persen dengan suhu 22 sampai 25 derajat Celsius. Pengamatan rutin pada permukaan bawah daun dan dompolan buah muda wajib dilakukan minimal seminggu sekali untuk mendeteksi populasi awal hama sebelum tingkat kerusakan buah melampaui ambang ekonomi 15 persen.
Tindakan pencegahan fisik melalui pembungkusan buah (fruit bagging) menggunakan kertas semen berminyak atau kertas karbon saat buah berdiameter 2 centimeter sangat efektif menekan serangan lalat buah hingga 90 persen. Langkah pembungkusan ini idealnya dilakukan pada hari ke-40 hingga ke-50 setelah bunga mekar sempurna, sehingga kulit buah pir tetap mulus, bersih, dan bebas dari bekas sengatan hama parasit.
Pengendalian hayati juga dapat diperkuat dengan memanfaatkan agens hayati seperti jamur entomopatogen atau semprotan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba setiap 7 hingga 10 hari sekali pada periode rawan. Apabila populasi hama tidak terkendali, tindakan kimiawi harus disesuaikan dengan petunjuk dari petunjuk teknis penyuluh lapangan tanpa mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan konsumen.