Penyebab utama klorosis atau daun menguning pada pohon pir biasanya terbagi menjadi faktor mekanis media tanam dan serangan organisme pengganggu tumbuhan. Pada musim hujan dengan kelembapan udara mencapai 80-90 persen, drainase yang buruk dapat merusak perakaran halus sehingga serapan hara mikro seperti zat besi terhambat total.
Sebaliknya saat musim kemarau, penyiraman yang kurang berkala, yaitu kurang dari 10 hingga 15 liter per pohon dewasa setiap tiga hari sekali, memicu stres kekeringan yang menggugurkan daun tua setelah menguning. Pemberian pupuk kandang matang sebanyak 10 sampai 20 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali sangat disarankan untuk menjaga struktur tanah tetap gembur dan kaya bahan organik.
Pengamatan rutin selang dua kali seminggu pada bagian bawah permukaan daun membantu mendeteksi keberadaan hama seperti tungau atau kutu daun sejak dini sebelum tajuk pohon pir rusak parah. Pemangkasan pemeliharaan sebanyak 15 hingga 20 persen ranting yang terlalu rapat juga perlu dilakukan pada awal musim kemarau untuk meningkatkan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari.