Persiapan lahan diawali dengan membuat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm sekurang-kurangnya 2 minggu sebelum masa tanam tiba pada awal musim hujan. Campurkan tanah galian atas dengan 10 hingga 15 kg pupuk kandang matang serta 200 gram kapur dolomit jika derajat keasaman tanah berada di bawah pH 6. Jarak tanam ideal antar pohon adalah 5x5 meter untuk memberikan ruang tumbuh tajuk yang cukup serta memastikan penerimaan cahaya matahari penuh sepanjang hari.
Pemeliharaan harian fokus pada pengaturan kadar air dan pemangkasan tajuk secara berkala. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 10 sampai 15 liter per pohon setiap 2 hari sekali, serta kurangi frekuensi penyiraman saat musim hujan agar perakaran tidak tergenang air. Lakukan pemangkasan bentuk pada tahun pertama untuk membentuk cabang utama, diikuti pemangkasan pembuahan setiap 6 bulan sekali guna merangsang munculnya tunas bunga baru yang potensial.
Pohon pir dari hasil pembiakan vegetatif umumnya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun setelah penanaman di lahan. Masa perkembangan buah membutuhkan waktu sekitar 120 sampai 150 hari sejak bunga mekar sempurna. Buah pir siap dipanen ketika warna kulitnya bertransisi dari hijau tua menjadi hijau kekuningan dan tangkainya mudah dilepaskan dari ranting saat diputar secara perlahan.