Pada fase vegetatif awal yang berlangsung sekitar 2 hingga 4 minggu setelah tanam, ciplukan membutuhkan unsur hara nitrogen tinggi untuk mempercepat pembentukan cabang dan daun. Berikan pupuk susulan berupa kocor pupuk organik cair sebanyak 200 mililiter per tanaman setiap 7 hari sekali. Jika menggunakan pupuk anorganik tunggal, taburkan pupuk hara nitrogen sebanyak 3 hingga 5 gram per tanaman di sekeliling tajuk dengan jarak 10 centimeter dari pangkal batang, lalu siram dengan air secukupnya.
Memasuki fase generatif pada minggu ke-5 hingga ke-8, kebutuhan hara ciplukan bergeser ke unsur kalium dan fosfor untuk memicu pembentukan bunga serta mencegah kerontokan bakal buah. Kucurkan pupuk berkadar kalium dan fosfor tinggi setiap 10 hari sekali dengan volume 250 mililiter per lubang tanam. Aplikasi pupuk daun yang kaya unsur mikro boron dan kalsium juga dapat disemprotkan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 setiap 2 minggu sekali untuk memperkuat dinding sel buah ciplukan.
Ciplukan mulai dapat dipanen sekitar umur 2,5 hingga 3 bulan setelah tanam dan terus berproduksi hingga umur 6 bulan. Untuk mempertahankan produktivitas buah pada panen berkala setiap 3 sampai 5 hari sekali, berikan pemupukan susulan pasca-panen setiap 2 minggu sekali. Gunakan kompos matang sebanyak 200 gram per tanaman ditambahkan pupuk NPK seimbang sebanyak 5 gram per tanaman yang dibenamkan melingkar di bawah tajuk daun agar pembentukan bunga baru terus berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun.