Kebutuhan air ciplukan sangat bergantung pada musim. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara rutin 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak 500 ml per tanaman, pastikan media tidak mengalami kekeringan ekstrem. Sebaliknya, saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan saluran drainase di sekitar bedengan atau pot berfungsi baik agar akar tidak membusuk akibat tergenang air.
Pemupukan susulan dilakukan untuk mempercepat pembentukan bunga dan buah. Berikan pupuk organik cair atau pupuk majemuk seimbang setiap 14 hari sekali sebanyak 10 gram per tanaman atau sesuai petunjuk penggunaan. Kombinasikan dengan pemberian pupuk kandang matang sebanyak 1 kg per lubang tanam setiap 2 bulan sekali untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Pemeliharaan rutin mencakup pemangkasan tunas air yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah untuk memfokuskan nutrisi pada pembentukan cabang utama dan buah. Buah ciplukan siap dipanen sekitar 75 hingga 90 hari setelah tanam, ditandai dengan perubahan warna kelopak pembungkus dari hijau menjadi kuning kecokelatan dan buah di dalamnya terasa kenyal serta berwarna kuning keemasan.