Penanaman dilakukan pada media tanam di polybag ukuran minimal 30 cm atau lahan terbuka yang mendapat sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari. Campurkan tanah, pupuk kandang matang, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Jarak tanam ideal di lahan adalah 50 cm x 60 cm untuk memberi ruang tumbuh cabang yang rimbun. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari pukul 15.00-17.00 agar bibit tidak layu akibat terik matahari.
Pemeliharaan rutin mencakup penyiraman 1 sampai 2 kali sehari tergantung cuaca, dengan menjaga kelembapan tanah agar tidak terlalu becek. Pemupukan susulan diberikan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau kompos sebanyak 1 genggam per tanaman. Pemangkasan tunas air pada ketiak daun bagian bawah perlu dilakukan seminggu sekali untuk merangsang percabangan utama yang lebih kokoh dan pembentukan bunga yang optimal.
Ciplukan mulai dapat dipanen pada umur 2,5 hingga 3 bulan setelah tanam. Indikator buah siap panen adalah kelobot atau pembungkus buah yang mulai mengering berwarna cokelat muda dan buah di dalamnya berwarna kuning keemasan. Pemanenan dilakukan dengan memetik tangkai buah menggunakan gunting setiap 3 sampai 5 hari sekali. Satu tanaman ciplukan sehat sanggup memproduksi buah secara kontinu hingga umur 6 bulan.